JAKARTA, ifakta.co – Pemerintah jamin harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir 2026. Kebijakan ini beri kabar gembira bagi masyarakat, khususnya yang rentan fluktuasi energi.
Bahlil Lahadalia umumkan keputusan ini usai hadap Prabowo di Istana Negara. Kunjungan ke Rusia dan Prancis jadi pendorong utama.
Stok nasional aman di atas batas minimum untuk solar, bensin, dan LPG. “Harga BBM subsidi tak naik sampai akhir tahun, sesuai arahan Presiden,” tegas Bahlil, dilansir, Senin (20/4).
Iklan
Kebijakan ini aman secara fiskal berkat harga minyak mentah Indonesia (ICP) di bawah asumsi anggaran. ICP rata-rata Januari hingga kini hanya USD 77, beri selisih USD 7.
Bahlil yakin ICP hingga USD 100 pun tak ganggu stabilitas BBM. Pemerintah lindungi masyarakat dari beban tambahan
Tantangan Pasokan dan Impor
Konsumsi BBM harian capai 1,6 juta barel, sementara produksi domestik 600-610 ribu barel. Impor tutup kekurangan sekitar 1 juta barel per hari.
Meski begitu, pasokan terjaga solid. Pemerintah kuasai situasi ini lewat strategi cadangan kuat.
Kerja Sama Energi dengan Rusia
Bahlil buka pintu investasi Rusia di kilang dan storage energi. Pembahasan ini perkuat ketahanan jangka panjang.
“Investasi mereka siap masuk, tinggal finalisasi 1-2 putaran untuk kilang dan storage,” ungkapnya. Langkah ini jawab kebutuhan infrastruktur nasional.
Dengan jaminan ini, masyarakat jalani aktivitas ekonomi tenang. Stabilitas energi nasional kian mantap hadapi gejolak global.
(den/jo)



