JAKARTA, ifakta.co – Harga solar industri B40 mengalami kenaikan signifikan sejak April 2026, mencapai Rp 28.150 per liter di wilayah 1 dan 2, naik Rp 5.100 dari periode sebelumnya.

Periode 15-30 April naik lagi menjadi Rp 30.550 di wilayah tersebut, sementara untuk 1-14 Mei 2026 masih dalam proses penetapan.

Kenaikan ini dipicu fluktuasi harga minyak dunia seperti MOPS dan gejolak geopolitik Timur Tengah.

Iklan

Dampak pada Industri

Kenaikan harga solar industri menekan sektor riil seperti pertambangan, logistik, dan manufaktur.

Biaya operasional tambang bisa membengkak hingga 10-20%, berpotensi memicu inflasi cost-push dan menghentikan proyek marginal. Estimasi tambahan beban usaha mencapai Rp 76,5 triliun per tahun jika konsumsi 15 juta KL

Berikut tabel harga solar industri B40

Wilayah I & II

  • Sumatera, Jawa, Bali, Madura, Kalimantan
  • Rp. 30.550 /L

Wilayah III

  • Sulawesi,  NTB
  • Rp. 30.650 /L

Wilayah IV

  • Maluku, NTT, Papu
  • Rp. 30.850 /L

(belum termasuk PPN, PPh, PBBKB)

Harga MFO Low Sulphur stabil di Rp 18.900 per liter semua wilayah pada April.

(den/joj)