JAKARTA, ifakta.co – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Rabu (9/9/2026) dengan kinerja positif. Rupiah di pasar spot dibuka pada level Rp17.588 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi tersebut menunjukkan rupiah menguat 0,25 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.632 per dolar AS.

Penguatan rupiah juga berlangsung sejalan dengan mayoritas mata uang Asia. Sejumlah mata uang kawasan mencatat apresiasi terhadap dolar AS pada awal perdagangan.

Iklan

Hingga pukul 09.00 WIB, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia. Yen naik 0,27 persen terhadap dolar AS.

Peso Filipina menyusul dengan penguatan sebesar 0,16 persen. Dolar Taiwan juga bergerak positif setelah naik 0,16 persen.

Sementara itu, won Korea Selatan terapresiasi 0,08 persen. Baht Thailand turut menguat sebesar 0,043 persen.

Dolar Singapura juga mencatat penguatan meski tipis. Mata uang tersebut naik 0,04 persen terhadap dolar AS atau the greenback.

Di sisi lain, tidak seluruh mata uang Asia mampu mempertahankan penguatan. Ringgit Malaysia justru menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam pada perdagangan pagi ini.

Ringgit tertekan 0,09 persen terhadap dolar AS. Kemudian, dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.

Yuan China juga mengalami koreksi tipis. Mata uang Negeri Tirai Bambu tersebut turun 0,007 persen terhadap dolar AS.

Dengan pergerakan tersebut, rupiah mengawali perdagangan hari ini dalam tren positif. Pergerakannya turut mencerminkan kondisi mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS pada pagi hari.

(den/joj)

Iklan