JAKARTA, ifakta.co – Syarikat Islam mendorong Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 tidak berhenti sebagai agenda organisasi. Forum tersebut diharapkan menjadi titik penting untuk memperkuat persatuan sekaligus membangun kemandirian ekonomi umat dan kader.

Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengajak seluruh keluarga besar Syarikat Islam bersama organisasi serumpun untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42.

Kongres tersebut akan berlangsung pada 18–20 Oktober 2026 di Asrama Haji Surabaya. Panitia mengusung tema “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati”.

Iklan

Menurut Hamdan, tema tersebut harus diterjemahkan melalui agenda konkret. 

Ia menilai kongres menjadi ruang strategis untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menyusun langkah yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi umat dan kader Syarikat Islam.

“Kongres ini jangan hanya menjadi agenda seremonial. Mari kita sukseskan bersama sebagai momentum kebangkitan Syarikat Islam, memperkuat persatuan, kaderisasi, dan dakwah ekonomi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujar Hamdan Zoelva.

Lebih lanjut, Hamdan mengingatkan seluruh kader agar terus menghidupkan semangat perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto sesuai dengan tantangan zaman. Ia menilai generasi muda Syarikat Islam harus memperoleh ruang lebih besar untuk menjadi penggerak berbagai sektor strategis.

Ia menyebut bidang ekonomi, kewirausahaan, teknologi, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat sebagai sektor yang perlu mendapatkan perhatian serius dari kader muda.

Hamdan juga meminta seluruh organisasi serumpun Syarikat Islam menjaga soliditas dan mengambil bagian dalam seluruh rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, seluruh elemen tetap harus menempatkan kepentingan organisasi dan kemaslahatan umat sebagai tujuan bersama.

“Mari kita sukseskan kongres ini dengan persatuan, gagasan dan kerja nyata. Berbeda dalam pandangan adalah hal biasa, tetapi membesarkan Syarikat Islam dan memperjuangkan kemaslahatan umat adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Hamdan berharap Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 menghasilkan keputusan strategis yang dapat diterapkan melalui program nyata. Dengan demikian, Syarikat Islam diharapkan semakin solid, modern, mandiri, sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan bangsa.

Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari gerakan dakwah. Menurutnya, dakwah harus mampu mendorong umat menuju kehidupan yang lebih mandiri.

“Dakwah yang melahirkan kemandirian Ekonomi adalah bagian dari kemerdekaan sejati,” pungkas Hamdan Zoelva.

(mam/mam)

Iklan