JAKARTA, ifakta.co – Indonesia dan China akan memperkuat hubungan bilateral melalui dua forum strategis, yakni Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) dan forum 2+2 yang mempertemukan Menteri Luar Negeri serta Menteri Pertahanan kedua negara.

Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Arifianto Sofiyanto, mengatakan Indonesia untuk pertama kalinya menggelar CSD dengan negara lain. China menjadi negara pertama yang mengikuti forum dialog strategis tersebut bersama Indonesia.

Menurut Arifianto, CSD menjadi wadah pembahasan pada tingkat strategis bagi negara-negara yang memiliki hubungan kemitraan komprehensif dengan Indonesia.

Iklan

Dalam pertemuan kali ini, kedua negara akan membahas lima pilar utama, yakni politik, ekonomi, hubungan masyarakat, maritim, serta keamanan. 

Namun, Indonesia dan China sepakat memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor ekonomi. Arifianto menjelaskan kedua negara akan memperkuat komitmen untuk meningkatkan investasi dan perdagangan secara berkelanjutan. Indonesia juga mendorong peningkatan investasi China, khususnya pada sektor-sektor yang menjadi prioritas pemerintah.

“Penguatan komitmen kedua negara terkait penguatan berkelanjutan investasi dan perdagangan kedua negara, termasuk penguatan investasi China di Indonesia dan juga dukungannya terhadap sektor-sektor prioritas pemerintah RI,” ujar Arifianto dalam Press Briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (20/8/2026).

Untuk memperkuat pembahasan ekonomi, Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan hadir bersama wakil menteri yang membidangi sektor ekonomi. Indonesia juga mengundang para wakil menteri bidang ekonomi untuk mengikuti rangkaian pembahasan tersebut.

Selain CSD, Indonesia dan China akan menggelar forum 2+2. Pertemuan ini akan mempertemukan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara.

Berbeda dengan CSD yang memberikan ruang lebih luas untuk membahas berbagai sektor, forum 2+2 akan memusatkan perhatian pada isu politik, pertahanan, dan keamanan.

Arifianto mengatakan pemerintah Indonesia berupaya menyusun rangkaian pertemuan tersebut secara efisien. Salah satu caranya dengan mengatur kehadiran empat menteri dari kedua negara dalam waktu yang berdekatan.

Namun, ia mengakui mengatur jadwal empat menteri secara berurutan bukan perkara mudah. Karena itu, pemerintah berupaya menyatukan agenda CSD dan forum 2+2 agar pelaksanaannya lebih efektif.

“Upayakan back to back availability dari empat menteri ini sangat sulit. Berusaha efisien dapat bertemu tanpa harus memisahkan antara CSD dan 2+2,” kata Arifianto.

Melalui dua forum tersebut, Indonesia dan China akan membahas kepentingan strategis kedua negara, mulai dari peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan hingga penguatan hubungan politik, pertahanan, serta keamanan.

(mam/mam) 

Iklan