NGANJUK, ifakta.co – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Nasional Surabaya-Solo, tepatnya di wilayah Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Rabu (29/7/2026). Seorang penjual tempe keliling meninggal dunia setelah tertimpa truk boks yang terguling.
Korban diketahui bernama Suwito (52), warga Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono. Saat kejadian, ia sedang mengayuh sepeda ontel untuk berjualan tempe seperti rutinitas sehari-hari.
Sementara itu, truk boks bernomor polisi AB 6574 MH dikemudikan oleh Hasbi Abdulloh (28), warga Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.
Iklan
Berdasarkan keterangan warga setempat, Nining, kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, proses evakuasi kendaraan baru dilakukan pada pagi hari dan selesai sekitar pukul 09.30 WIB dengan melibatkan dua alat berat.
“Yang meninggal satu orang. Bapak-bapak pedagang tempe keliling. Pakai sepeda ontel ituloh,” ungkap Nining kepada detikJatim.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, truk boks semula melaju dari arah Surabaya menuju Solo. Saat melintas di lokasi, kendaraan tersebut diduga tiba-tiba oleng ke sisi kiri jalan.
Akibatnya, truk menabrak sepeda ontel yang dikayuh korban hingga Suwito terpental dan masuk ke dalam parit.
Truk kemudian kehilangan kendali, terguling, dan akhirnya menimpa tubuh korban. Akibat benturan dan himpitan tersebut, penjual tempe keliling itu meninggal dunia di lokasi kejadian.
Menurut keterangan warga, kecelakaan diduga dipicu karena pengemudi truk mengantuk saat mengemudi.
“Katanya, sopir truk itu mengantuk,” tambah Nining.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, mengatakan proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan telah selesai dilakukan. Petugas juga telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Evakuasi dan olah TKP sudah dilakukan. Untuk data lengkapnya, masih kami susun,” pungkasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut serta melengkapi seluruh data hasil pemeriksaan di lokasi kejadian.
(may/may)



