JAKARTA, ifakta.co – Kepolisian terus mengusut kasus meninggalnya bocah berinisial I (4) yang terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Dalam penyelidikan tersebut, polisi telah memanggil pihak kontraktor dan memeriksa sejumlah saksi.

Penyidik kini mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan balita tersebut kehilangan nyawa setelah terjebak di dalam lubang proyek.

Kapolsek Tebet, Kompol Ischak, mengatakan pihak kepolisian telah meminta keterangan dari berbagai pihak yang berkaitan dengan proyek pembangunan tersebut, termasuk kontraktor dan para saksi yang mengetahui peristiwa itu.

Iklan

“Jadi pada saat kejadian ada pihak-pihak yang sudah kita panggil baik proyek maupun pihak-pihak dari saksi maupun yang lainnya,” kata Ischak kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Menurut Ischak, pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa korban.

Lubang yang menjadi lokasi kejadian diketahui merupakan bagian dari pekerjaan konstruksi yang dipersiapkan sebagai pondasi bangunan untuk pembangunan lapangan futsal.

Polisi juga mendalami apakah terdapat unsur kelalaian dalam pelaksanaan proyek tersebut. Penanganan perkara kini telah diambil alih oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan.

“Kemudian kejadian tersebut ditindaklanjuti oleh Polres Jakarta Selatan, yaitu di fungsi PPA,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, lubang proyek yang sebelumnya terbuka kini telah ditutup kembali agar tidak membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di sekitar lokasi.

Selain itu, petugas juga memasang garis polisi di area proyek untuk kepentingan penyelidikan serta mengamankan tempat kejadian perkara.

Sebelumnya, bocah berinisial I (4) dilaporkan terperosok ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Korban sempat terjebak di dalam lubang selama sekitar empat jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dalam kondisi masih hidup.

Namun, saat dibawa menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, korban meninggal dunia dalam perjalanan. Hingga kini, kepolisian masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

(cin/my)

Iklan