BOGOR, ifakta.co – Satuan Angkutan Perairan (Satangair) Pusat Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Pusbekangad) menyelenggarakan Latihan Taktis Tim Blok Gunung Hutan Tahun Anggaran 2026 di wilayah latihan Rahlat Dodiklatpur Rindam Jaya, Gunung Bunder, Kabupaten Bogor. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 17–19 Juni 2026, dan dipadukan dengan bakti sosial untuk warga setempat.
Latihan dipimpin Komandan Satangair/KRY Kolonel Cba Faryan NPPY, S.Sos., M.H., CHRMP sebagai Komandan Latihan. Tujuan utamanya meningkatkan kemampuan prajurit menjalankan operasi di medan gunung dan hutan serta mempererat hubungan TNI dengan masyarakat sekitar lokasi latihan.
Sebelum latihan dimulai, seluruh peserta mengikuti tradisi lokal berupa doa bersama yang dipimpin Ustadz Acu. Kegiatan ini menjadi penghormatan terhadap nilai budaya setempat dan menguatkan sinergi antarpribadi sebelum pelaksanaan latihan.
Iklan
Agenda hari pertama menitikberatkan pada penguasaan teknik, meliputi penghadangan kendaraan, pengamanan jembatan, Pertolongan Taktis Korban Tempur (PTKT), pergerakan hanmars menuju Base of Deployment (BOD), serta bivak lapangan. Kegiatan tersebut dirancang untuk mensimulasikan kondisi nyata di medan berat.
Pada hari kedua, latihan berfokus pada patroli pengintaian dan pengamanan kawasan gunung-hutan. Materi mencakup patroli keamanan (Patkam), patroli penghadangan (Patdang), PTKT, dan kegiatan bivak yang menuntut stamina serta koordinasi tim.
Hari penutupan menghadirkan latihan penyergapan (Patgap), evaluasi menyeluruh, dan puncaknya kegiatan karya bakti serta bakti sosial. Sebagai bagian penutup, Satangair Pusbekangad menyerahkan bantuan paket sembako kepada 27 warga di sekitar kompleks Gunung Bunder, sebagai bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat.
Wakil Komandan Satangair/KRY Letkol Cba Hendy Eko Aryanto, S.I.P., yang mewakili Komandan Satangair, menegaskan bahwa bakti sosial adalah perwujudan pengabdian TNI kepada rakyat.
“Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar sekaligus mempererat tali silaturahmi antara prajurit dan warga. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta kebahagiaan bagi penerima,” ujarnya kepada wartawan.
Lebih jauh, Letkol Hendy menekankan bahwa kesiapsiagaan prajurit bukan hanya soal kemampuan tempur.
“Melalui latihan taktis yang profesional dan kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan warga, Satangair Pusbekangad menunjukkan bahwa kesiapsiagaan prajurit juga diwujudkan melalui kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini menunjukkan pendekatan terpadu antara peningkatan kapasitas militer dan tanggung jawab sosial, diharapkan memperkuat kemanunggalan TNI dan warga di wilayah latihan.
(sib/my)



