JAKARTA, ifakta.co – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menyatakan siap mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026.

Keputusan itu disampaikan melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, yang mengatakan langkah tersebut dimaksudkan untuk membuka kasus secara terang-benderang dan menegaskan bahwa Sony bukan otak dari praktik jual-beli titik SPPG untuk program MBG.

“Pak Sony menyatakan siap menjadi Justice Collaborator. Tekad ini sudah dituangkan dalam BAP di Kejaksaan,” katanya, Kamis (4/6).

Iklan

Krisna menjelaskan kliennya bersedia membuka nama-nama besar yang diduga terlibat dalam perkara ini.
Ia menegaskan nama-nama tersebut berasal dari kalangan eksekutif dan legislatif, tetapi belum merinci identitas pihak yang dimaksud.

“Menurut klien saya yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya,” katanya.

Krisna mengatakan surat permohonan resmi sebagai justice collaborator akan segera dikirimkan kepada Kejaksaan Agung.
Ia berharap langkah itu bisa membantu mengungkap perkara secara tuntas dan transparan.

“Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kita buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola program MBG.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan bahwa program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima.

“Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP,” katanya.

Kejaksaan menilai dalam praktiknya banyak SPPG yang ditunjuk karena memiliki afiliasi dengan pejabat BGN, sehingga alokasi insentif mengalir ke yayasan-yayasan yang terafiliasi tersebut.

Langkah Sony untuk menjadi justice collaborator berpotensi membuka bukti dan nama pihak-pihak lain yang diduga terkait dalam kasus ini.

(cin/my)

Iklan