JAKARTA. ifakta.co – Viral di media sosial, sebuah video menunjukkan dua mahasiswa laki-laki berciuman di area Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Video ini menjadi sorotan setelah direkam oleh seseorang di dalam ruangan yang melihat kejadian.
Dalam video lain yang beredar, kedua pria tersebut tampak didatangi sejumlah mahasiswa lain yang meminta keterangan mengenai identitas mereka. Situasi ini menambah kontroversi di antara mahasiswa di lingkungan kampus.
Menanggapi insiden ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ memberikan pernyataan resmi tentang pelanggaran norma dan ketentuan yang ada.
Iklan
“Menanggapi isu yang sedang terjadi dan berkembang di lingkungan kampus, BEM PNJ menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran terhadap norma, tata tertib, kode etik, dan aturan yang berlaku harus disikapi secara serius,” ungkap Ketua BEM PNJ, Muhammad Farrel Adyatma Izaaz.
Pernyataan tersebut juga diunggah melalui akun Instagram @bempnj. Dalam keterangannya, BEM menekankan pentingnya fokus pada tindakan yang dilakukan, bukan identitas individu yang terlibat.
“Oleh karena itu, apabila ditemukan tindakan yang mengarah pada perbuatan asusila di ruang publik, pelecehan, perundungan, atau pelanggaran lainnya, maka harus ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” jelas pihak BEM.
BEM PNJ juga mendorong semua mahasiswa untuk terlibat dalam proses penyelesaian permasalahan ini. Mereka meminta agar pihak kampus bersikap transparan dalam menangani kasus ini.
“BEM PNJ mengajak semua mahasiswa untuk mengawal proses penanganan kasus ini serta menuntut transparansi dari pihak institusi,” ungkap BEM PNJ. Rekomendasi ini diharapkan dapat menciptakan preseden penegakan aturan yang tegas dan adil di lingkungan kampus.
Selain itu, organisasi kemahasiswaan tersebut mengingatkan seluruh unsur civitas akademika untuk menjaga etika dan norma yang berlaku. Mereka menekankan pentingnya kampus sebagai ruang belajar yang aman dan tertib, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akademik.
“BEM PNJ mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menjaga etika, norma, dan ketertiban dalam kehidupan kampus,” lanjut mereka. Dengan mengedepankan nilai-nilai ini, diharapkan lingkungan akademik yang kondusif, aman, dan bermartabat dapat terwujud.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, BEM PNJ berharap insiden ini bukan hanya menjadi pembahasan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran akan etika di kalangan mahasiswa.
Dalam situasi seperti ini, BEM PNJ berkomitmen untuk terus melibatkan semua pihak, agar kampus tetap menjadi tempat yang nyaman dan menghargai keberagaman di tengah tantangan isu sosial yang ada.
(faz/fza)



