TANGERANG, ifakta.co – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk memperkuat iklim investasi yang ramah, kondusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, penyederhanaan perizinan sesuai ketentuan, kepastian hukum, serta penguatan infrastruktur.

Komitmen itu disampaikan Andra Soni saat membuka Karya Kreatif Banten (KKB) dan Banten Investment Forum (BIF) di Hotel DoubleTree, Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan, Jumat (9/10/2026).

Andra Soni mengatakan, Banten memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan investasi yang mampu memberikan kepastian berusaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Iklan

“Mari kita jadikan Provinsi Banten sebagai daerah yang tidak hanya menarik untuk berinvestasi, tetapi juga memberikan kepastian, kemudahan, peluang pertumbuhan, dan manfaat jangka panjang bagi para investor maupun masyarakat,” ujar Andra Soni.

Menurutnya, penguatan iklim investasi harus didukung sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak investor, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan mitra pembangunan untuk menjadikan Banten sebagai mitra strategis dalam mengembangkan kegiatan ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni menekankan pentingnya keterkaitan antara investasi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, KKB dan BIF menjadi momentum untuk mempertemukan kreativitas, inovasi, dan peluang investasi agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia mengingatkan bahwa UMKM telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari krisis 1997–1998, krisis keuangan global 2008, hingga pandemi COVID-19.

Karena itu, pengembangan UMKM perlu terus diperkuat melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, akses pembiayaan, serta kemitraan dengan industri berskala besar.

“Investasi bukan semata-mata tentang besarnya nilai modal yang masuk atau banyaknya proyek yang terealisasi. Investasi harus mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat struktur perekonomian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dukungan terhadap pengembangan UMKM di Banten juga disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, melalui pesan video. Ia menyoroti tiga aspek penting untuk mendorong UMKM naik kelas, yakni peningkatan kualitas produk, perluasan konektivitas dengan pasar dan pembiayaan, serta penguatan kolaborasi.

“Pertama adalah kualitas, UMKM Banten harus naik kelas. Kedua konektivitas, di mana produk yang baik harus bertemu dengan pasar, pembiayaan, dan investor. Terakhir adalah kolaborasi, karena tidak ada UMKM yang bisa naik kelas sendirian,” kata Solikin.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyebut Banten secara konsisten berada di jajaran lima besar provinsi penyumbang investasi nasional dan terus berupaya menembus posisi tiga besar.

Ia juga menyoroti keberadaan kawasan industri di Banten yang dinilai menjadi salah satu penopang daya tarik investasi daerah.

“Provinsi Banten memiliki 21 kawasan industri, yang menjadikannya terbanyak kedua di Pulau Jawa setelah Jawa Barat. Banten juga memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni di Tanjung Lesung dan BSD,” ungkap Todotua.

Di sisi lain, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, mengapresiasi koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam penataan ruang serta pelayanan pertanahan di Banten.

Ia menyebut penyelarasan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP) sebagai salah satu langkah yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas fiskal daerah.

Adapun Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menilai peluang investasi di Banten masih terbuka luas. Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pembiayaan, dan pelaku UMKM.

Melalui Karya Kreatif Banten dan Banten Investment Forum, Pemprov Banten berharap penguatan investasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan daya saing UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Dengan demikian, capaian investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Banten.

(sib/lex)

Iklan