JAKARTA, ifakta.co – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat membagikan 4.000 masker kepada masyarakat di 44 kelurahan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Purnama Hasudungan Panggabean mengatakan petugas membagikan masker secara serentak di seluruh wilayah Jakarta Pusat pada Senin.

“Hari ini, kita bagikan 4.000 masker ke masyarakat. Pembagian masker tersebar di seluruh wilayah Jakarta Pusat oleh petugas,” kata Purnama di Jakarta, Senin.

Iklan

Petugas menyasar sejumlah lokasi yang memiliki tingkat aktivitas dan mobilitas masyarakat cukup tinggi. Lokasi tersebut antara lain kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), pasar, stasiun kereta api, permukiman, hingga sejumlah ruas jalan.

Menurut Purnama, pembagian masker menjadi bentuk kepedulian Satpol PP kepada masyarakat yang masih menjalankan aktivitas di luar ruangan. Petugas mengingatkan warga agar tetap memperhatikan kesehatan di tengah potensi paparan abu vulkanik.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tetapi waspada terhadap dampak abu vulkanik. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan ikuti arahan petugas demi menjaga kesehatan,” ujar Purnama.

Selain mengenakan masker, Purnama meminta masyarakat memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber informasi resmi pemerintah.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan verifikasi. Menurutnya, masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain.

“Jangan mudah termakan informasi yang menyesatkan. Jika mendapat informasi di masyarakat, coba dicek terlebih dahulu melalui situs resmi dari pemerintah yang lebih akurat,” tutur Purnama.

Imbauan tersebut menjadi penting karena informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat menyebar dengan cepat di tengah masyarakat. Karena itu, warga diminta mengandalkan informasi resmi pemerintah sebagai rujukan.

Di sisi lain, dampak abu vulkanik juga dirasakan oleh sejumlah warga Jakarta Pusat. Salah seorang warga, Anto Sudrajat (45), mengaku mengalami gangguan pada pernapasan dan mata setelah abu vulkanik muncul.

Anto juga mengapresiasi langkah petugas yang membagikan masker kepada masyarakat. Ia mengatakan kondisi tersebut berbeda dari aktivitasnya sehari-hari ketika menggunakan sepeda motor.

“Kalau biasanya saya naik motor tidak sakit mata, saya tutup kaca helmnya. Nah ini, semenjak adanya abu Anak Gunung Krakatau, jadi sedikit perih,” ungkap Anto.

Pembagian 4.000 masker di 44 kelurahan tersebut menjadi langkah Satpol PP Jakarta Pusat dalam membantu masyarakat menghadapi potensi paparan abu vulkanik. Petugas juga terus mengingatkan warga agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan resmi pemerintah.

(rom/rom)

Iklan