JAKARTA, ifakta.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjajaki kerja sama teknologi pengelolaan air perkotaan dengan Shenzhen Water Group. Penjajakan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Jakarta di China.

Pemprov DKI melihat kerja sama tersebut sebagai peluang untuk memperkuat pengelolaan air melalui pemanfaatan teknologi digital. Jakarta juga ingin mempelajari pengalaman Shenzhen dalam mengelola infrastruktur air perkotaan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan Jakarta menghadapi berbagai kebutuhan dan tantangan dalam pengelolaan perkotaan.

Iklan

“Jakarta memiliki kebutuhan dan tantangan perkotaan, sementara Shenzhen memiliki pengalaman dan inovasi teknologi. Kami berharap koneksi ini dapat berkembang menjadi knowledge-sharing, kerja sama teknis, dan transfer teknologi,” kata Elisabeth dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.

Penjajakan kerja sama dilakukan Dinas PPKUKM DKI Jakarta saat mendampingi PAM Jaya dalam pertemuan dengan Shenzhen Water Group di Shenzhen.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang penerapan teknologi dalam pengelolaan air. Salah satunya melalui konsep manajemen air cerdas atau smart water management.

Pembahasan juga mencakup pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam sistem distribusi air.

Selain itu, pengendalian kehilangan air atau non-revenue water (NRW) menjadi salah satu fokus dalam penjajakan tersebut. Upaya menekan kehilangan air menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan jaringan distribusi.

Pengalaman Shenzhen dalam mengembangkan infrastruktur perkotaan berbasis teknologi menjadi salah satu pertimbangan Jakarta. Sistem tersebut dinilai relevan dengan arah transformasi Jakarta sebagai kota yang semakin digital, tangguh, dan berkelanjutan.

Kerja sama DKI Jakarta dan Shenzhen ini juga berlangsung dalam rangkaian agenda Jakarta di China. Agenda tersebut bertepatan dengan keikutsertaan Indonesia dalam China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou.

CISMEF menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, pelaku usaha, investor, serta mitra ekonomi dari kawasan Asia-Pasifik. Forum tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menuju APEC Economy Leader’s Meeting yang akan berlangsung di Shenzhen pada 18-19 November 2026.

Bagi Jakarta, momentum CISMEF dan agenda APEC tidak hanya berkaitan dengan perluasan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemprov DKI juga memanfaatkannya untuk membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.

Sektor teknologi dan infrastruktur perkotaan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian. Melalui penjajakan dengan Shenzhen Water Group, Jakarta berupaya memperluas jejaring sekaligus mencari peluang penerapan teknologi untuk menjawab kebutuhan pengelolaan air perkotaan.

Dengan pendekatan tersebut, kerja sama teknologi pengelolaan air diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam bentuk pertukaran pengetahuan. Pemprov DKI juga membuka peluang kerja sama teknis dan transfer teknologi yang dapat mendukung transformasi pengelolaan air di Jakarta.

(can/cin)

Iklan