BANYUMAS, ifakta.co – Sebanyak 62 siswa MAN 2 Banyumas belum kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar pada Rabu (12/8). Mereka masih mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah muncul dugaan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Urusan Tata Usaha MAN 2 Banyumas, Aji Kuswanto, mengatakan sebagian siswa masih mengeluhkan masalah pencernaan. Keluhan tersebut antara lain mual, perut melilit, dan diare.

“Data yang kami terima ada sebanyak 62 siswa yang hari ini belum masuk sekolah. Kemungkinan belum sembuh sakit perutnya,” ujar Aji, Rabu (12/8).

Iklan

Sebelumnya, pihak sekolah mencatat 136 siswa mengalami keluhan kesehatan. Namun, hingga saat ini tidak ada siswa yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sekolah pun mengambil langkah antisipasi. Pihak sekolah menghentikan sementara pengiriman makanan MBG ke MAN 2 Banyumas.

Aji mengatakan sekolah akan kembali menerima makanan setelah pihak terkait memastikan keamanannya.

“Mulai hari ini untuk sementara pengiriman menu makanan MBG berhenti dulu sampai nanti dianggap sudah benar-benar aman,” kata Aji.

Meski demikian, sekolah belum dapat memastikan sumber keluhan kesehatan tersebut. Pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan kaitannya dengan makanan MBG.

“Penyebab pastinya belum tahu ya, apa dari MBG atau makanan lain. Cuma Satgas MBG Purwokerto Timur sudah mengambil sampel makanan MBG hari Senin untuk diuji laboratorium,” ujarnya.

Sampel Makanan Masuk Pemeriksaan Laboratorium

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, Sito Hatmoko, mengatakan petugas telah mendata siswa yang mengalami keluhan.

Petugas juga mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, laboratorium akan menganalisis sampel tersebut guna mencari petunjuk mengenai penyebab keluhan kesehatan.

Hasil pemeriksaan membutuhkan waktu. Pemerintah memperkirakan hasil analisis baru dapat keluar sekitar dua pekan setelah sampel masuk ke laboratorium.

Sementara itu, Kepala SPPG Mersi 2, Desanti Puspa Zahrani, mengatakan pihaknya masih menjalankan investigasi.

“Kami belum bisa memberikan statement yang banyak. Yang jelas saat ini kami masih melakukan investigasi,” ujar Desanti.

Selain menghentikan sementara pengiriman makanan ke MAN 2 Banyumas, SPPG Mersi 2 juga menghentikan operasional sementara.

Langkah tersebut muncul sebagai bentuk kehati-hatian sambil menunggu hasil pemeriksaan. Dengan begitu, petugas dapat menelusuri sumber persoalan tanpa terburu-buru menarik kesimpulan.

Wakil Bupati Banyumas sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Banyumas, Dwi Asih Lintarti, juga meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan. Ia mengingatkan semua pihak agar tidak langsung menyimpulkan penyebab keluhan kesehatan siswa.

Menurut Dwi Asih, petugas memang menemukan sejumlah informasi awal terkait makanan yang siswa konsumsi. Namun, informasi tersebut belum cukup untuk memastikan sumber gangguan kesehatan.

Karena itu, pemerintah tetap menunggu hasil analisis laboratorium. Sementara proses pemeriksaan berjalan, Satgas MBG bersama instansi terkait terus memantau kondisi para siswa.

Tim juga melakukan sejumlah langkah awal. Mereka mendata siswa yang mengalami gejala, memetakan kelompok yang berisiko, memberikan konseling dan edukasi, serta memantau perkembangan kesehatan siswa.

(naf/lex)

Iklan