BANYUMAS, ifakta.co – Ratusan warga Banyumas kembali mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah. Program tersebut menjangkau 813 anak tidak sekolah (ATS) dari berbagai kelompok usia.

Para peserta mulai mengikuti kegiatan pendidikan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). PKBM Surya Muhammadiyah menggelar pembukaan MPLS di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Minggu (9/8).

Ketua Penyelenggara MPLS PKBM Surya Muhammadiyah, Asep Saeful Anwar, menyebut program tersebut berhasil menghimpun 813 warga belajar. Mereka memilih kembali belajar setelah sebelumnya tidak mengikuti pendidikan secara formal.

Iklan

Dari jumlah itu, 213 peserta mengikuti Paket A. Kemudian, 225 warga belajar mengambil Paket B. Sementara itu, 374 peserta mengikuti Paket C.

Program tersebut juga menjangkau peserta dengan latar belakang dan usia yang beragam. Bahkan, peserta tertua mencapai 55 tahun. Selain itu, pasangan suami istri turut mengambil kesempatan untuk belajar bersama.

Menurut Asep, jumlah peserta menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan. Karena itu, berbagai pihak perlu membangun kerja sama agar semakin banyak warga memperoleh kesempatan belajar.

“Ini merupakan wujud kolaborasi pemerintah, Muhammadiyah, kalangan akademisi, dan masyarakat untuk memastikan setiap warga Banyumas memperoleh hak atas pendidikan,” katanya.

Pembukaan MPLS juga berlangsung serentak pada 25 PKBM. Keterlibatan puluhan lembaga tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki semangat kuat untuk melanjutkan pendidikan.

Program Pasti Sekolah Dorong Pengentasan ATS

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono turut membuka kegiatan MPLS tersebut. Ia mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan jumlah anak yang tidak bersekolah.

Untuk mencapai tujuan itu, Pemkab Banyumas menjalankan Program Pasti Sekolah. Program tersebut menjadi salah satu bagian dari Trilas Program Banyumas.

Sadewo juga memberikan apresiasi kepada PDM Muhammadiyah Banyumas, pengelola PKBM, para tutor, serta pihak lain yang ikut membuka akses pendidikan bagi masyarakat.

Menurutnya, PKBM Surya Muhammadiyah telah memberikan dukungan penting bagi pemerintah daerah. Lembaga tersebut mampu mengajak lebih dari 800 warga kembali mengikuti pendidikan.

“PKBM ini sudah mampu merangkul lebih dari 800 warga belajar untuk kembali mendapatkan pendidikan. Ini merupakan dukungan yang sangat berarti bagi Pemkab Banyumas dalam upaya mengatasi persoalan anak tidak sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sadewo menjelaskan bahwa PKBM memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat belajar pendidikan kesetaraan. Peserta dapat mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, sekaligus meningkatkan keterampilan melalui kegiatan pembelajaran.

Selain itu, pengalaman belajar tersebut dapat membantu peserta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, Sadewo meminta seluruh warga belajar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.

Ia juga mendorong peserta untuk aktif selama mengikuti proses pembelajaran. Peserta dapat bertanya, berdiskusi, serta menggali berbagai pengetahuan dari para tutor.

“Manfaatkan kesempatan belajar di PKBM ini sebaik mungkin. Jangan ragu bertanya dan jangan takut berdiskusi. Gali sebanyak mungkin ilmu yang ada agar proses belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna,” pesannya.

Sadewo menegaskan bahwa persoalan anak tidak sekolah membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak dapat menyelesaikan persoalan tersebut seorang diri.

Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, akademisi, tutor, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dapat memperluas jangkauan program sekaligus menjaga keberlanjutan penanganan ATS.

Dengan kehadiran 813 warga belajar pada PKBM Surya Muhammadiyah, Banyumas kembali memperkuat upaya membuka akses pendidikan bagi masyarakat. Program tersebut juga memberi kesempatan kepada warga yang sempat meninggalkan pendidikan untuk kembali belajar.

Selain mengejar pendidikan kesetaraan, peserta juga memiliki peluang mengembangkan keterampilan. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya membantu peserta memperoleh ijazah, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas hidup.

Pemerintah daerah pun berharap kolaborasi berbagai pihak terus berjalan. Dengan langkah tersebut, upaya mengurangi jumlah anak tidak sekolah dapat berlangsung secara konsisten dan menjangkau lebih banyak warga Banyumas.

Iklan