JAKARTA, ifakta.co – Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir mencari strategi terbaik agar Tim Nasional Indonesia mampu menembus putaran final Piala Dunia.

Permintaan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.

“Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Saudara-saudara, jangan anggap enteng. Sepak bola itu kehormatan, kehormatan. Siapa yang bertanggung jawab? Mana? Erick Thohir mana Erick Thohir?” kata Prabowo yang disambut tawa para tamu undangan.

Iklan

Karena Erick Thohir tidak hadir dalam acara tersebut, Presiden kemudian menitipkan pesannya kepada pengusaha Garibaldi Thohir atau Boy Thohir yang merupakan kakak kandung Erick.

“Boy kasih tahu adikmu itu,” ujar Prabowo sambil tersenyum.

Prabowo mengaku bersyukur atas keberhasilan Indonesia meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50. Namun, menurutnya, masih ada target besar yang harus dicapai bangsa Indonesia, yakni membawa Timnas Indonesia tampil di ajang Piala Dunia.

Presiden menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan simbol kehormatan sebuah bangsa. Oleh karena itu, upaya meningkatkan prestasi Timnas Indonesia harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga sempat melontarkan pertanyaan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai dukungan yang diperlukan untuk mewujudkan target tersebut.

“Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?” kata Prabowo.

Selain membahas sepak bola, Presiden berada di Karawang untuk meresmikan Program Mandatori Biodiesel B50 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Prabowo menyebut Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan mandatori Biodiesel B50.

“Ini bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk mementingkan rakyatnya sendiri. Ini tonggak penting untuk kemandirian bangsa sendiri,” ujar Prabowo.

Sebelumnya, pada pertengahan Juni 2026, Prabowo telah memanggil Erick Thohir bersama pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, ke Padepokan Garuda Yaksa di Hambalang, Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta Erick Thohir membenahi sistem kompetisi sepak bola nasional agar mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas serta membentuk Timnas Indonesia yang kompetitif dan berpeluang lolos ke putaran final Piala Dunia.

(faz/my)

Iklan