JAKARTA, ifakta.co – Seluruh warga yang sempat mengungsi akibat kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kini telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, proses pemadaman masih terus berlangsung karena masih terdapat sejumlah titik api yang belum sepenuhnya padam.
Hingga hari ke-10 penanganan kebakaran, petugas gabungan mencatat perkembangan signifikan. Dari sekitar 15 hektare lahan yang sebelumnya terbakar, kini hanya tersisa sekitar lima persen titik api yang masih dalam proses pemadaman.
Pantauan di posko pengungsian yang berada di Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, menunjukkan seluruh warga telah meninggalkan lokasi. Dapur umum yang sebelumnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi juga telah dihentikan operasionalnya.
Iklan
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan keputusan warga kembali ke rumah diambil setelah kondisi asap membaik dan tidak lagi mengarah ke kawasan permukiman.
“Sampai saat ini kita mendapatkan laporan semuanya sudah kembali ke rumahnya masing-masing sehubungan dengan tidak ada asap yang mengarah ke wilayah barat atau permukiman,” ujar Maesyal.
Meski kondisi mulai membaik, Pemerintah Kabupaten Tangerang tetap mengantisipasi kemungkinan berubahnya arah angin yang dapat kembali membawa asap ke lingkungan warga. Menurut Maesyal, beberapa titik api masih muncul di sektor barat TPA Jatiwaringin sehingga proses pemadaman belum dihentikan.
“Ada beberapa titik lagi yang harus kita padamkan. Kita berdoa juga supaya angin terlalu kencang. Kalau angin terlalu kencang biasanya membawa asap sesuai dengan arah angin tersebut,” jelasnya.
Maesyal memastikan petugas gabungan akan tetap bekerja hingga seluruh titik api benar-benar padam. Selain itu, pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap dilakukan meski para pengungsi telah kembali ke kediaman masing-masing.
“Untuk pemeriksaan kesehatan, masih terus dilakukan oleh petugas puskesmas untuk door to door ke rumah warga,” jelasnya.
Diketahui, kebakaran TPA Jatiwaringin mulai terjadi pada Selasa (30/6). Hingga memasuki hari ke-10, upaya pemadaman masih dilakukan secara intensif dengan melibatkan personel gabungan, armada pemadam kebakaran, alat berat, serta dukungan helikopter water bombing guna memastikan seluruh titik api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
(sib/lex)


