JAKARTA, ifakta.co – Makanan dan minuman manis memang sulit dipisahkan dari keseharian anak. Permen, cokelat, biskuit, es krim, hingga minuman kemasan sering menjadi pilihan camilan favorit. Namun, kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan dan tumbuh kembang jika berlangsung terus-menerus.

Tubuh memang membutuhkan gula sebagai salah satu sumber energi. Meski begitu, jumlahnya tetap perlu terkontrol. Asupan gula yang berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko gangguan kesehatan saat anak masih kecil, tetapi juga dapat memicu penyakit kronis ketika mereka beranjak dewasa.

Karena itu, orang tua perlu lebih cermat memilih makanan dan minuman anak setiap hari. Selain membatasi makanan tinggi gula, orang tua juga perlu memperhatikan kandungan gula pada susu, minuman kemasan, maupun produk olahan lainnya.

Iklan

Dampak Gula Berlebih

Konsumsi gula dalam jumlah berlebihan dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan anak. Berikut beberapa dampak yang perlu anda waspadai.

1. Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang

Gula menjadi salah satu penyebab utama kerusakan gigi pada anak. Sisa makanan manis yang menempel pada gigi akan termakan oleh bakteri di dalam mulut untuk menghasilkan asam. Lama-kelamaan, asam tersebut merusak lapisan email gigi dan memicu gigi berlubang.

Risiko ini semakin besar jika anak jarang menyikat gigi atau tidak menjaga kebersihan mulut secara rutin.

2. Mengganggu Konsentrasi dan Daya Ingat

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memengaruhi fungsi otak. Kebiasaan ini berpotensi menurunkan kemampuan berkonsentrasi dan daya ingat sehingga proses belajar anak ikut terganggu.

Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, performa anak di sekolah juga dapat ikut terpengaruh.

3. Memicu Obesitas

Asupan gula yang berlebihan meningkatkan jumlah kalori harian. Jika kalori tersebut tidak terbakar melalui aktivitas fisik, tubuh akan menyimpannya sebagai lemak.

Akibatnya, berat badan anak meningkat dan risiko obesitas menjadi lebih tinggi. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, obesitas juga meningkatkan peluang munculnya berbagai penyakit saat dewasa.

4. Meningkatkan Risiko Diabetes

Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes. Penyakit ini tidak hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga dapat memicu komplikasi pada organ lain apabila tidak terkendali.

Berapa Batas Aman Konsumsi Gula untuk Anak?

Orang tua perlu mengetahui batas aman konsumsi gula tambahan setiap hari. Anak berusia 2–18 tahun dianjurkan mengonsumsi gula tambahan kurang dari 25 gram atau sekitar enam sendok teh per hari.

Selain itu, jumlah gula tambahan sebaiknya tidak melebihi 10 persen dari total kebutuhan kalori harian anak.

Perlu dipahami bahwa gula tambahan berbeda dengan gula alami yang terdapat pada buah, sayuran, maupun susu tanpa tambahan pemanis. Gula alami tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.

Cara Mengurangi Asupan Gula

Mengurangi konsumsi gula tidak harus secara drastis. Orang tua dapat menerapkan beberapa langkah sederhana agar anak terbiasa menjalani pola makan yang lebih sehat.

  1. Batasi pemberian permen, cokelat, kue, dan minuman manis sebagai camilan harian.
  2. Biasakan anak mengonsumsi buah segar sebagai pengganti makanan manis.
  3. Pilih air putih sebagai minuman utama daripada minuman bersoda atau minuman berpemanis.
  4. Periksa informasi nilai gizi pada kemasan makanan dan minuman sebelum membeli.
  5. Pilih susu dengan kandungan gula yang lebih rendah sesuai kebutuhan.
  6. Hindari kebiasaan menambahkan gula berlebihan ke dalam susu atau makanan.

Pilih Asupan Bernutrisi

Selain mengurangi gula, orang tua juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Pilih makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Saat memilih susu, perhatikan pula kandungan nutrisi penting seperti DHA untuk mendukung perkembangan otak, beta glucan untuk membantu daya tahan tubuh, vitamin B kompleks untuk metabolisme, prebiotik seperti PDX-GOS untuk menjaga kesehatan saluran cerna, serta zinc yang berperan dalam pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh.

Di samping itu, ajak anak rutin berolahraga, tidur cukup, serta membiasakan pola hidup sehat setiap hari. Dengan langkah tersebut, tumbuh kembang anak dapat berlangsung lebih optimal sekaligus menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan akibat konsumsi gula berlebih.

(naf/lex)

Iklan