JAKARTA, ifakta.co – IHSG ambruk 206,81 poin atau 3,48 persen ke level 5.734 pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (4/6). Pelemahan berlangsung sejak pembukaan perdagangan pagi dan berlanjut sepanjang sesi.

Data RTI Business yang dikutip menunjukkan IHSG sempat menyentuh terendah 5.644 dan tertinggi 5.924 selama sesi I. Pergerakan ini mengindikasikan tekanan jual yang kuat pada pasar uang domestik sejak pembukaan.

Sepanjang sesi I, jumlah saham yang melemah mencapai 683, sementara 63 saham menguat dan 62 saham stagnan. Nilai transaksi hingga penutupan sesi I tercatat sebesar Rp12,74 triliun, dengan volume perdagangan 22,85 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,38 juta kali.

Iklan

Kapitalisasi pasar pada akhir sesi I tercatat sebesar Rp10.113 triliun. Angka-angka tersebut mencerminkan aktivitas pasar yang tinggi meski indeks tertekan signifikan.

Tekanan jual berasal dari aktivitas investor asing yang membukukan net foreign sell sebesar Rp993,29 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, penjualan bersih asing tercatat Rp864,07 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai mencapai Rp129,21 miliar.

Dari total volume perdagangan 40,2 miliar saham, investor domestik mendominasi dengan kontribusi 74,18 persen atau sekitar 29,1 miliar saham. Investor asing menyumbang 25,82 persen atau sekitar 11,1 miliar saham.

Jika dilihat dari sisi nilai transaksi, porsi investor domestik mencapai 58,90 persen atau sekitar Rp15,4 triliun, sementara investor asing berkontribusi 41,10 persen atau sekitar Rp9,9 triliun dari total nilai transaksi Rp25,3 triliun.

Frekuensi transaksi sepanjang pengamatan mencapai 2,77 juta kali, dengan porsi transaksi domestik sebesar 76,07 persen dan investor asing 23,93 persen. Data ini menegaskan dominasi pelaku domestik dalam volume dan frekuensi perdagangan meski tekanan valuasi datang dari penjualan asing.

IHSG ambruk dalam sesi I ini menandai hari perdagangan yang dipenuhi aksi jual terukur oleh pelaku luar negeri. Meskipun kontribusi nilai dan volume domestik relatif besar, arus keluar modal asing menyebabkan tekanan neto pada indeks.

Pergerakan indeks yang sempat menyentuh 5.644 pada titik terendah menggambarkan besarnya tekanan saat pasar bereaksi dalam jangka pendek. Sesi I yang berakhir di zona merah memperlihatkan bahwa sentimen negatif mendominasi sepanjang pagi hingga siang hari.

Kesimpulan
Perdagangan sesi I pada Kamis (4/6) ditutup dengan koreksi tajam IHSG, dipicu oleh jual bersih investor asing sebesar hampir Rp1 triliun. Aktivitas domestik tetap tinggi baik dari sisi volume maupun nilai transaksi, namun belum mampu meredam tekanan pada indeks hingga penutupan sesi I.

(den/jo)

Iklan