BANYUMAS, ifakta.co – Perkembangan teknologi digital ikut mengubah metode pembelajaran bahasa di berbagai negara, termasuk dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau BIPA.

Pengajar kini tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional di ruang kelas. Sebaliknya, mereka mulai memanfaatkan platform digital, media interaktif, hingga teknologi pembelajaran daring agar materi lebih mudah dipahami peserta dari berbagai negara.

Kondisi tersebut mendorong Universitas Muhammadiyah Purwokerto untuk memperkuat inovasi pembelajaran BIPA melalui pemanfaatan teknologi digital. Kampus tersebut menilai pengajar BIPA harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar pembelajaran tetap relevan bagi generasi global yang tumbuh di era digital.

Iklan

Melalui program BIPA, UMP kemudian menggelar Lokakarya BIPA 2026 bertema “Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran BIPA Era Digital” di UMP Tower lantai 10 Ruang K.X.4. Kegiatan berlangsung secara hybrid dan melibatkan pengajar, akademisi, hingga peserta dari berbagai institusi pendidikan.

Lokakarya menghadirkan Editia Herningtias, pengajar BIPA yang memiliki pengalaman mengajar di Italia, Turki, dan Belarus. Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional UMP, Condro Nur Alim, membuka kegiatan tersebut secara langsung.

Ketua panitia, Ayu Ratna Ningtyas, menjelaskan perkembangan teknologi menjadi alasan utama penyelenggaraan lokakarya tersebut. Menurutnya, pengajar BIPA perlu terus memperbarui kemampuan agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menarik.

“Kami berharap lokakarya ini dapat menjadi salah satu wadah berbagi ilmu, pengalaman, dan inovasi antara praktisi, pembelajar, dan pengajar BIPA,” ujarnta, Senin (25/5).

Ia menilai pemelajar asing saat ini memiliki karakter berbeda dariada generasi sebelumnya. Karena itu, pengajar perlu memahami pendekatan digital agar proses belajar tidak terasa monoton.

Selain itu, Ayu menekankan pentingnya kolaborasi antarpraktisi BIPA dalam mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai kebutuhan internasional. Menurutnya, teknologi dapat membantu pengajar menghadirkan suasana belajar yang lebih fleksibel dan interaktif.

Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan secara daring maupun luring. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan minat terhadap pengembangan pembelajaran BIPA terus meningkat.

Mahasiswa Asing Dinilai Cepat Beradaptasi

Kepala BKUI UMP, Condro Nur Alim, Ph.D., menyampaikan program BIPA UMP terus menunjukkan perkembangan positif. Ia menyebut mahasiswa asing di UMP mampu beradaptasi cukup cepat dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari.

“Mahasiswa asing itu antara tiga sampai empat bulan sudah bisa produktif dan menggunakan bahasa Indonesia dasar untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Menurut Condro, capaian tersebut menunjukkan metode pembelajaran BIPA di UMP berjalan efektif dan terstruktur. Ia menambahkan program BIPA UMP juga mendapat apresiasi dalam kegiatan monitoring dan evaluasi program internasional.

Selain itu, ia menilai integrasi teknologi menjadi kebutuhan penting dalam pembelajaran modern. Generasi saat ini sangat dekat dengan dunia digital sehingga pengajar perlu menghadirkan metode yang lebih kreatif.

“Anak-anak sekarang adalah anak kandung digitalisasi, sehingga pengajar BIPA perlu lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan pembelajaran,” tuturnya.

UMP menilai program BIPA memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat unggulan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Karena itu, kampus terus mendorong penguatan kualitas pengajar, metode pembelajaran, hingga pemanfaatan teknologi pendidikan.

Melalui lokakarya tersebut, UMP berharap para pengajar BIPA mampu menciptakan sistem pembelajaran yang lebih efektif, komunikatif, dan sesuai kebutuhan pemelajar internasional. Selain meningkatkan kualitas akademik, langkah tersebut juga diharapkan memperluas peran bahasa Indonesia di tingkat global.

(naf/lex)