JAKARTA, ifakta.co – Militer Israel disebut masih mencari formula paling efektif untuk menghadapi ancaman drone canggih milik Hizbullah yang semakin intensif beroperasi di wilayah Lebanon selatan.

Keberadaan pesawat tak berawak berbasis serat optik itu dinilai menghadirkan tantangan serius bagi pasukan Israel di lapangan.

Drone Hizbullah tersebut dilaporkan terus meningkatkan kemampuan operasionalnya, sehingga menyulitkan proses pendeteksian dan pencegatan. Kondisi ini membuat militer Israel harus beradaptasi dengan ancaman baru yang dinilai lebih kompleks dibandingkan serangan konvensional.

Iklan

Stasiun penyiaran publik Israel, KAN, mengutip pernyataan seorang pejabat militer yang enggan disebutkan namanya. Pejabat itu menyebut tentara Israel baru-baru ini memperkenalkan sistem penargetan cerdas di Lebanon selatan untuk membantu melacak sekaligus mencegat drone yang masuk ke wilayah operasi mereka.

Selain itu, ratusan teropong penglihatan malam jenis Dagger juga telah didistribusikan kepada pasukan Israel. Peralatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi tembakan terhadap sasaran bergerak, khususnya saat operasi berlangsung pada malam hari.

Drone Hizbullah Sulit Dideteksi

Laporan yang dilansir Anadolu Agency menyebutkan bahwa drone serat optik Hizbullah kini menjadi tantangan operasional utama bagi tentara Israel di Lebanon selatan. Teknologi yang digunakan membuat drone tersebut sulit dilacak oleh sistem pertahanan konvensional.

Menurut laporan tersebut, drone-drone itu secara aktif menargetkan pasukan serta kendaraan militer Israel. Sementara itu, pihak Israel masih dihadapkan pada keterbatasan solusi yang

Pada akhir April lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mengakui bahwa rudal dan drone Hizbullah merupakan dua ancaman besar bagi keamanan negaranya. Ia pun meminta jajaran komandan militer untuk segera merumuskan langkah konkret guna menghadapi ancaman tersebut.

Pernyataan Netanyahu menegaskan bahwa perkembangan teknologi militer Hizbullah kini menjadi perhatian utama Israel, seiring meningkatnya ketegangan dan dinamika keamanan di kawasan perbatasan Lebanon selatan.

(faz/wli)