YOGYAKARTA, ifakta.co – Pembentukan karakter mahasiswa kini menjadi fokus utama perguruan tinggi. Kondisi ini muncul karena tantangan dunia kampus semakin kompleks. Oleh karena itu, kampus mulai memperkuat pendidikan bela negara sebagai upaya membentuk generasi yang disiplin, tangguh, dan berintegritas.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Asrama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Unires UMY) mengambil langkah nyata.

Mereka menyelenggarakan Retret Pendidikan Karakter Bela Negara bagi mahasiswa Unires angkatan ke-18. Program ini secara khusus menyasar mahasiswa yang tinggal di asrama sekaligus menjadi bagian dari kontribusi kampus dalam menanamkan nilai kebangsaan.

Iklan

Respons Cepat atas Arahan Pemerintah

Program ini tidak muncul tanpa dasar. Sebaliknya, pihak kampus langsung merespons arahan pemerintah terkait penguatan karakter mahasiswa.

Kepala Subdirektorat Kepemimpinan dan Kaderisasi UMY, Talqis Nurdianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Program ini adalah respons atas arahan menteri. Kami memilih retret sebagai media pembentukan karakter. UMY mengambil inisiatif untuk melaksanakannya lebih awal karena urgensinya sangat tinggi,” jelas Talqis pada Kamis (16/4).

Dengan demikian, UMY tidak hanya mengikuti kebijakan, tetapi juga bergerak cepat untuk mengimplementasikannya di tingkat kampus.

Pelatihan Intensif di Rindam IV/Diponegoro

Selanjutnya, kegiatan retret ini melibatkan 224 mahasiswa Unires dari berbagai fakultas. Selain itu, lima mahasiswa senior turut mendampingi selama kegiatan berlangsung. Kampus juga mewajibkan seluruh residen asrama mengikuti program ini.

Pelaksanaan retret berlangsung pada 11–12 April 2026 di Rindam IV/Diponegoro, Magelang.

Talqis menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Rindam memiliki sistem pelatihan bela negara yang terstruktur secara nasional. Selain itu, instruktur profesional langsung memberikan materi kepada peserta.

Materi yang diberikan mencakup kedisiplinan, wawasan kebangsaan, hingga praktik lapangan. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan nilai-nilai yang diajarkan.

“Selama 18 tahun Unires berdiri, ini adalah kali pertama kami melaksanakan retret bela negara secara terstruktur,” tuturnya.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen UMY dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

Integrasikan Nilai Islam dan Nasionalisme

Di sisi lain, program retret ini juga menggabungkan berbagai nilai penting. Kampus menanamkan nasionalisme, kedisiplinan, serta solidaritas antar mahasiswa secara bersamaan.

Selain itu, Unires menekankan integrasi antara nilai Islam dan kebangsaan. Pendekatan ini bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang seimbang, baik dari sisi spiritual maupun tanggung jawab sebagai warga negara.

“Kami menanamkan nasionalisme sekaligus karakter yang tangguh. Di sisi lain, nilai-nilai Islam tetap menjadi fondasi utama. Dengan begitu, terbentuk pribadi yang seimbang antara spiritualitas dan tanggung jawab sebagai warga negara,” tambah Talqis.

Akan Jadi Program Tahunan

Ke depan, Unires UMY berencana menjadikan retret bela negara sebagai agenda rutin tahunan. Dengan langkah ini, kampus berharap nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab dapat terus tertanam dalam diri mahasiswa.

Selain itu, program ini diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan, baik di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

(naf/kho)