YOGYAKARTA, ifakta.co – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi memperluas sejumlah program studi dari jenjang sarjana hingga doktor.

Melalui langkah ini, UMY merespons kebutuhan pasar kerja global yang terus berubah. Selain itu, kampus juga menargetkan peningkatan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Dikutip dari laman UMY, Pimpinan UMY menyampaikan kebijakan ini dalam forum Coffee Morning, Rabu (22/4). Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus menegaskan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif dan relevan.

Iklan

Tiga Prodi Baru UMY Fokus Kebutuhan Industri

Pada jenjang sarjana (S1), UMY langsung menghadirkan tiga program studi baru. Ketiga prodi tersebut meliputi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), Bisnis Digital, dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

UMY memilih ketiga program ini berdasarkan analisis tren transformasi digital. Oleh karena itu, kampus ingin memperkuat bidang ilmu terapan yang saat ini banyak dicari industri.

Selain itu, kehadiran prodi ini diharapkan mampu menarik minat calon mahasiswa yang ingin berkarier di sektor teknologi dan ekonomi digital.

Di sisi lain, UMY juga memperkuat pendidikan pascasarjana. Kampus telah mengantongi izin resmi untuk membuka Program Doktor Hukum.

Selanjutnya, UMY juga mengajukan dua program doktor lainnya, yaitu Doktor Ilmu Hubungan Internasional dan Doktor Akuntansi. Dengan penambahan ini, kampus ingin mendorong peningkatan kualitas riset dan inovasi.

Dengan demikian, UMY tidak hanya fokus pada pendidikan dasar, tetapi juga memperluas kontribusi di bidang akademik tingkat lanjut.

Inovasi Jadi Jawaban Kejenuhan Pasar

Sekretaris Universitas UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, menilai pembukaan prodi baru sebagai langkah strategis. Menurutnya, banyak program studi konvensional mulai kehilangan daya tarik di pasar pendidikan.

“Kami menghadirkan inovasi yang selaras dengan teknologi. Tujuannya adalah meningkatkan minat masyarakat sekaligus menyediakan akses pendidikan yang relevan dengan masa depan,” ujar Bachtiar.

Oleh sebab itu, UMY terus mendorong inovasi agar tetap kompetitif di tengah perubahan kebutuhan industri.

Skema Pembayaran Lebih Fleksibel

Selain mengembangkan akademik, UMY juga memperkenalkan kebijakan baru dalam sistem pembayaran kuliah. Kini, mahasiswa dapat membayar biaya pendidikan secara bertahap.

Mahasiswa hanya perlu membayar separuh biaya di awal semester. Setelah itu, mereka dapat melunasi sisa pembayaran usai ujian tengah semester.

Direktur Komunikasi Publik UMY, Dr. Ratih Herningtyas, menyebut kebijakan ini membantu mahasiswa agar lebih mudah melakukan registrasi.

Peresmian saat Milad UMY ke-45 Mendatang

Seluruh kebijakan strategis ini akan dipaparkan secara resmi dalam Sidang Senat Terbuka. UMY akan menggelar agenda tersebut dalam rangka Milad ke-45 pada 16 Mei 2026.

Dengan berbagai langkah ini, UMY menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang inovatif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan masa depan.

(naf/kho)