JAKARTA, ifakta.co, — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan meresmikan pabrik mobil listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi bersih dan ramah lingkungan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, agenda tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan berbasis listrik sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil.
“Besok Bapak Presiden ada agenda untuk meresmikan salah satu pabrik yang memproduksi kendaraan berbasis listrik,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Iklan
Menurut Prasetyo, Indonesia perlu melakukan perubahan besar dalam pola konsumsi energi, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan beralih ke energi baru terbarukan (EBT).
Ia menegaskan, transformasi menuju energi bersih bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan budaya dan kebiasaan masyarakat dalam penggunaan energi sehari-hari.
“Kita harus bekerja keras untuk mengubah cara kita menggunakan energi, dari berbasis fosil menuju energi baru terbarukan, salah satunya listrik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prasetyo juga menyinggung kebijakan Work From Home (WFH) yang sempat diterapkan pemerintah sebagai bagian dari strategi penghematan energi, terutama di tengah gejolak geopolitik global yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
“Kondisi geopolitik internasional memengaruhi harga BBM. Pemerintah terus menyiapkan langkah menuju penggunaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga mulai membatasi penggunaan kendaraan dinas untuk keperluan yang tidak mendesak, serta mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang menuju kemandirian energi nasional, meski diakui membutuhkan waktu dan proses bertahap.
“Kita berharap ke depan masyarakat mulai beralih ke transportasi massal dan penggunaan energi yang lebih efisien.
Target akhirnya adalah kemandirian energi,” tandas Prasetyo.
(AMN)



