SURABAYA, ifakta.co – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat langkahnya dalam memperluas kiprah di tingkat global.
Hal itu ditunjukkan melalui partisipasi tiga akademisi Unesa dalam 12th International Conference on Environment and Renewable Energy (ICERE) yang berlangsung di Vietnam pada 28 Februari hingga 2 Maret 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Unesa untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan riset global.
Iklan
Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab disapa Cak Hasan, menyampaikan bahwa kehadiran para akademisi Unesa di forum internasional merupakan salah satu bukti kesiapan kampus dalam mendorong transformasi menuju World Class University (WCU).
“Unesa tidak sekadar hadir, tetapi membawa gagasan, inovasi, dan kepemimpinan akademik Indonesia ke panggung dunia. Ini adalah bukti komitmen lembaga untuk berkontribusi bagi masa depan berkelanjutan melalui riset-riset yang berdampak. Inilah energi penggerak utama kami dalam mewujudkan visi sebagai universitas kelas dunia,” ucapnya seperti dalam laman Unesa, Sabtu (14/3).
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo, juga menegaskan bahwa universitas memberikan dukungan penuh kepada para akademisi yang aktif berkontribusi dalam forum ilmiah internasional.
Menurutnya, keterlibatan dosen dalam konferensi global menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan reputasi riset sekaligus memperluas kolaborasi akademik di tingkat internasional.
Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui Program EQUITY yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini bertujuan mendorong kontribusi ilmuwan Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam konferensi tersebut, delegasi Unesa yang terdiri dari Nadi Suprapto, Husni Mubarok, dan Moch. Mubarok Muharam mempresentasikan enam karya ilmiah yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan dan masa depan energi bersih.
Topik penelitian yang dipaparkan mencakup berbagai isu strategis global, mulai dari konsep universitas hijau, pengembangan teknologi energi angin dan gelombang laut, hingga inovasi desain bangunan ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Bagi pimpinan Unesa, keikutsertaan dalam forum internasional seperti ICERE tidak hanya menjadi ajang diseminasi riset, tetapi juga merupakan investasi penting dalam memperluas jejaring kolaborasi global.
Melalui kolaborasi internasional yang semakin luas serta kontribusi ilmiah yang diakui di tingkat global, Unesa terus mendorong penguatan peran sebagai pusat pengembangan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Unesa untuk meningkatkan daya saing riset dan memperkuat transformasi menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
(naf/kho)



