JAKARTA, ifakta.co – Aktivitas warga di sepanjang aliran Sungai Cikaso, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berubah dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah warga terlihat mendatangi endapan pasir di tengah sungai untuk mencari butiran emas secara tradisional.
Warga mengolah pasir dan lumpur dengan cara disaring. Mereka juga mengais material yang terbawa arus hingga menyemprotkan air untuk mengurai gundukan tanah.
Lokasi yang menjadi tempat aktivitas tersebut dikenal masyarakat dengan nama Nusa Teluk Jati. Kawasan itu berada di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.
Iklan
Nusa Teluk Jati terletak tidak jauh dari Jembatan Cikaso. Jembatan tersebut menjadi penghubung sekaligus batas wilayah antara Kecamatan Tegalbuleud dan Kecamatan Cibitung.
Aktivitas mendulang emas secara tradisional di kawasan itu disebut telah berlangsung sejak pertengahan Juli 2025. Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut ikut memengaruhi kondisi pulau kecil yang berada di tengah aliran Sungai Cikaso.
Nusa Teluk Jati terbentuk dari endapan material sungai setelah banjir besar yang terjadi pada 2022. Kondisi pulau kembali mengalami perubahan setelah banjir melanda kawasan tersebut pada 2024.
Pulau endapan itu diperkirakan memiliki lebar sekitar 30 meter dengan panjang mencapai 120 meter. Sebelumnya, kawasan tersebut memiliki timbunan pasir yang cukup tinggi.
Timbunan material itu membuat sebagian aliran Sungai Cikaso menjadi lebih dangkal. Namun, pasir yang terkumpul kini terus berkurang karena warga mengambil material tersebut secara rutin untuk mencari kandungan emas.
Aktivitas pencarian emas juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik lain di sepanjang aliran Sungai Cikaso.
Dugaan penambangan emas menggunakan mesin atau yang oleh masyarakat setempat disebut guguntur ditemukan di wilayah Kampung Tanjung dan Bojongkoneng, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
Kepala Desa Datarnangka Jahid membenarkan adanya laporan mengenai aktivitas penambangan menggunakan mesin di wilayah tersebut. Menurut Jahid, kegiatan itu diperkirakan baru berlangsung selama sekitar satu pekan.
“Menurut laporan warga, aktivitas menggunakan mesin ini sudah sekitar seminggu. Lokasinya terutama di Kampung Tanjung dan Bojongkoneng,” ujar Jahid mengutip media lokal setempat, Minggu (20/9/2026).
Munculnya aktivitas pencarian emas di sejumlah titik Sungai Cikaso menunjukkan bahwa endapan material sungai menjadi sasaran warga untuk mendapatkan butiran emas.
Di sisi lain, pengambilan pasir dan material sungai secara terus-menerus dapat mengubah kondisi fisik pulau endapan maupun aliran sungai. Nusa Teluk Jati menjadi salah satu kawasan yang mengalami perubahan setelah material sungainya terus diambil untuk aktivitas pencarian emas.
Kondisi tersebut membuat bentuk dan volume endapan di kawasan Nusa Teluk Jati berubah dibandingkan sebelumnya. Aktivitas pencarian emas pun terus menjadi bagian dari dinamika warga di sepanjang aliran Sungai Cikaso.
(den/joj)



