NEPAL, ifakta.co — Bencana alam melanda wilayah perbatasan Himalaya Nepal dengan Tibet, China. Longsoran lumpur dan batu yang masuk ke aliran sungai memicu banjir dahsyat hingga menerjang sejumlah kota dan lembah yang selama ini menjadi kawasan tujuan pendaki serta peziarah.
Pejabat pariwisata Nepal menyebut sedikitnya 579 orang masih dinyatakan hilang, termasuk lebih dari 400 warga negara asing. Sementara itu, kepolisian memperkirakan jumlah korban meninggal dunia yang saat ini mencapai sedikitnya 162 orang masih akan bertambah.
Iklan
Juru bicara Kepolisian Nepal, Abi Narayan Kafle, mengatakan proses pencarian terus dilakukan oleh tim penyelamat. Kondisi medan yang sulit membuat proses evakuasi dan pencarian korban menjadi tantangan besar.
“Jumlah ini akan bertambah, karena kami telah melanjutkan pencarian dan diperkirakan akan ditemukan lebih banyak jenazah,” kata Kafle, seperti dikutip Reuters.
Pada Kamis, tim penyelamat Nepal mengerahkan helikopter untuk menyisir wilayah terdampak dan mencari ratusan orang yang masih belum diketahui keberadaannya.
Bencana tersebut terjadi di kawasan yang berada di jalur perbatasan Himalaya dengan Tibet. Material longsor berupa lumpur dan batu dilaporkan menghantam sungai dan memperparah luapan air hingga menyebabkan banjir besar.
Besarnya jumlah warga asing yang masuk dalam daftar orang hilang membuat perhatian internasional tertuju pada Nepal. Kawasan Himalaya merupakan salah satu destinasi utama wisata petualangan dunia dan setiap tahun didatangi wisatawan dari berbagai negara.
Hingga kini, operasi pencarian masih berlangsung. Aparat dan tim penyelamat terus menyisir kawasan terdampak untuk menemukan korban yang masih hilang sekaligus mengevakuasi jenazah yang ditemukan.
Pemerintah Nepal menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan seluruh korban terdata, terutama karena banyaknya wisatawan asing yang berada di wilayah tersebut ketika bencana terjadi.
Dengan pencarian yang masih berjalan, angka korban diperkirakan belum menjadi angka akhir.
(fa/fza)



