JAKARTA, ifakta.co – Identitas tiga orang yang berada di dalam mobil Toyota Alphard dan terlibat perselisihan dengan petugas keamanan (satpam) proyek MRT, Fiktor Harefa, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, akhirnya terungkap. Ketiganya dipastikan merupakan anggota kepolisian.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan informasi tersebut usai proses mediasi yang berlangsung di Mapolsek Metro Menteng pada Jumat (24/7/2026).
“Iya, personel dari Polda Jawa Barat,” ujar Braiel di Mapolsek Metro Menteng.
Iklan
Fakta tersebut terungkap setelah pihak pengemudi Toyota Alphard dan Fiktor Harefa menjalani mediasi selama kurang lebih enam jam.
Kuasa hukum Fiktor Harefa, Wiradarma Harefa, juga membenarkan bahwa ketiga orang tersebut mengakui identitas mereka sebagai anggota Polri, baik saat insiden berlangsung maupun ketika proses mediasi.
“Tiga-tiganya anggota. Betul bahwa mereka mengakui pada saat itu ‘kami anggota’, iya. Dan saat ini juga mengakui mereka anggota. Cuma makanya ini hari ini juga mereka sudah dijemput (oleh Polda Jabar) dan hari ini dijaga di atas ya, ada yang memeriksa,” ungkap Wiradarma.
Ia menambahkan, ketiga anggota polisi tersebut langsung diamankan oleh Pengamanan Internal (Paminal) Bidang Propam Polda Jawa Barat yang datang dari Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan mobil Toyota Alphard hitam berpelat D 1828 XHQ yang digunakan ketiga anggota kepolisian tersebut merupakan kendaraan pribadi dan bukan kendaraan dinas.
(mam/my)


