BANTEN – Polda Banten mengonfirmasi bahwa temuan jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, merupakan Surakman, anak buah kapal (ABK) dari rombongan jurnalis yang dinyatakan hilang di Selat Sunda. Kepastian identitas ini diperoleh setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) menguji dan mencocokkan data antemortem serta postmortem secara genetik.

“Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan DVI secara genetik menunjukkan jenazah teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal,” tegas Kapolda Banten Irjen Hengki dalam keterangan resminya, Rabu (23/9).

Kapal speed boat Arupadhatu 1 sebelumnya bertolak dari Dermaga Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Kapal yang membawa delapan orang—terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak atau pemandu tersebut hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Iklan

Tim SAR gabungan menggelar operasi pencarian intensif selama 10 hari sebelum resmi menghentikannya pada Kamis (17/9). Temuan jenazah Surakman di Pulau Enggano pada Sabtu (12/9) menjadi satu-satunya titik terang dalam peristiwa tragis ini, sementara keberadaan tujuh korban lainnya belum ditemukan.

Daftar Rombongan Kapal Arupadhatu 1:

  • Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews)
  • Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency)
  • Donal Husni (Jurnalis Freelance)
  • M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Antara)
  • Arie Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com)
  • Warta (Kapten Kapal)
  • Surakman (ABK Kapal – Teridentifikasi meninggal dunia)
  • Heriyanto (Pemandu/Guide)

(fa/fza)

Iklan