WASHINGTON, ifakta.co – Katie Zacharia, juru bicara Gedung Putih yang ditunjuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa dirinya mengaku sebagai pengacara tanpa memiliki lisensi untuk berpraktik hukum di Amerika Serikat.

Persoalan tersebut mendorong kelompok pengawas di Washington DC mengajukan pengaduan kepada otoritas hukum California. Mereka meminta penyelidikan untuk memastikan kebenaran klaim mengenai kualifikasi profesional Zacharia.

Kepala Campaign for Accountability, Michelle Kuppersmith, menyatakan Zacharia berulang kali memperkenalkan dirinya sebagai pengacara. Menurut Kuppersmith, penyebutan profesi tersebut turut membangun reputasi dan kredibilitas Zacharia saat tampil sebagai komentator hukum di televisi.

Iklan

Kini, Zacharia menjabat sebagai juru bicara Gedung Putih. Namun, Kuppersmith mempertanyakan kebenaran latar belakang profesi yang selama ini disampaikan Zacharia.

“Namun, tampaknya semua itu adalah kebohongan,” kata Kuppersmith dalam sebuah pernyataan.

Campaign for Accountability telah menyampaikan pengaduan kepada otoritas pengacara California, lembaga yang bertanggung jawab atas pengaturan lisensi pengacara di negara bagian tersebut. Organisasi itu meminta penyelidikan untuk mengetahui apakah Zacharia memberikan informasi yang menyesatkan publik mengenai kualifikasinya.

“Di California, menyebut diri Anda pengacara tanpa lisensi bukanlah sekadar basa-basi; itu adalah kejahatan,” ujar Kuppersmith.

Ia juga meminta otoritas terkait mengambil langkah pertanggungjawaban apabila penyelidikan membuktikan adanya informasi menyesatkan.

Berdasarkan profil LinkedIn, Zacharia memperoleh gelar dari Pepperdine Caruso School of Law pada 2011. Meski demikian, para pengkritiknya mempertanyakan apakah ia benar-benar memiliki lisensi untuk menjalankan praktik hukum di Amerika Serikat.

Sebelum menjabat sebagai sekretaris pers Gedung Putih, Zacharia dikenal sebagai komentator yang kerap tampil di Fox News dan Newsmax. Ia mulai menjalankan tugas barunya pada Selasa (13/10).

Dalam konferensi pers perdana, Zacharia beberapa kali terlihat terbata-bata dan mengulang perkataannya. Agenda tersebut berlangsung kurang dari 15 menit. Sebagian besar waktu di podium ia gunakan untuk menyampaikan terima kasih kepada Trump atas kesempatan yang diberikan serta membacakan pernyataan yang telah disiapkan.

“Saya sudah lama ingin bekerja untuknya,” kata Zacharia, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Usai konferensi pers, Zacharia bergabung dengan Trump di luar Gedung Putih untuk menjawab pertanyaan wartawan. Ketika ditanya mengenai tempat ia mengikuti ujian pengacara, Zacharia menjawab, “Saat saya pindah ke Tiongkok.”

Pernyataan itu diduga berkaitan dengan pengalamannya bekerja selama sekitar tiga tahun di sebuah firma hukum di Beijing. Profil LinkedIn Zacharia mencatat bahwa ia pernah bekerja sebagai associate di firma hukum Zhong Lun pada 2011–2013.

Sementara itu, biografi Zacharia di situs Trumpettes USA Inc, organisasi perempuan pendukung Trump, menyebutkan bahwa ia pernah menjadi penasihat eksternal bagi Bank Dunia dan International Finance Corporation saat berada di Beijing.

Profil LinkedIn-nya juga mencantumkan pengalaman sebagai penasihat umum kelompok hak suara Fix California pada 2024–2025. Kelompok tersebut didirikan oleh seorang pejabat pemerintahan Trump.

Di akun Instagram, Zacharia turut menggambarkan dirinya sebagai seorang istri, ibu, dan pengacara. Identitas profesional tersebut kini menjadi bagian dari sorotan setelah muncul pertanyaan mengenai status lisensi hukumnya.

Pernyataan Zacharia tentang ujian pengacara di Tiongkok juga memunculkan pertanyaan tambahan. Ujian Kualifikasi Profesional Hukum Terpadu Nasional di negara itu hanya terbuka bagi warga negara Tiongkok. Adapun warga negara asing hanya dapat menjalankan praktik hukum dalam kondisi tertentu, termasuk memenuhi persyaratan pengalaman profesional di negara asal.

Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa hingga kini belum diketahui apakah Zacharia memiliki lisensi pengacara di negara bagian mana pun di Amerika Serikat.

Menanggapi pertanyaan mengenai kualifikasinya, Zacharia mengatakan kepada Associated Press bahwa ia memenuhi persyaratan untuk bekerja dalam bidang hukum transaksi internasional.

“Saya berpraktik di bidang hukum transaksi internasional, dengan semua kualifikasi yang sesuai,” kata Zacharia.

Sebelum bergabung dengan Gedung Putih, Zacharia bekerja selama beberapa bulan sebagai penasihat komunikasi di Kementerian Keamanan Dalam Negeri setelah Trump kembali menjabat untuk periode kedua.

Sejak Juni, ia juga tercatat sebagai penasihat komunikasi senior di Trump Media and Technology Group, perusahaan yang menaungi platform media sosial Truth Social.

Hingga informasi dalam laporan tersebut disampaikan, persoalan mengenai lisensi pengacara Zacharia masih menjadi bahan pertanyaan dan permintaan penyelidikan dari kelompok pengawas.

(her/myy)

Iklan