JAKARTA, ifakta.co – Demam tinggi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat tubuh terasa lemas. Kondisi ini juga kerap memicu sakit kepala, nyeri otot, serta rasa tidak nyaman. Meski begitu, Anda dapat melakukan beberapa langkah sederhana di rumah untuk membantu meredakan gejala dan mendukung proses pemulihan.
Demam merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh ketika menghadapi infeksi atau gangguan kesehatan tertentu. Selain itu, vaksinasi juga dapat memicu kenaikan suhu tubuh sebagai bagian dari respons imun.
Pada orang dewasa, suhu tubuh 39 derajat Celsius atau lebih tergolong demam tinggi. Namun, penyebab dan tingkat keparahan demam dapat berbeda pada setiap orang. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan suhu tubuh sekaligus gejala lain yang menyertainya.
Iklan
1. Istirahat yang Cukup untuk Mendukung Pemulihan
Saat mengalami demam, tubuh membutuhkan energi tambahan untuk melawan penyebab penyakit. Karena itu, kurangi aktivitas berat dan berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.
Usahakan tidur selama 7–9 jam setiap malam bagi orang dewasa. Jika tubuh masih terasa lemah, Anda dapat menambah waktu istirahat pada siang hari.
Selain itu, hindari olahraga berat dan aktivitas yang memicu kelelahan. Anda juga sebaiknya tidak memaksakan diri untuk bekerja ketika demam masih tinggi. Dengan istirahat yang cukup, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk memulihkan kondisinya.
2. Gunakan Air Hangat untuk Membantu Meredakan Demam
Mandi atau menyeka tubuh menggunakan air hangat suam-suam kuku dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat demam. Sebaliknya, hindari air yang terlalu dingin karena dapat memicu menggigil. Menggigil justru bisa meningkatkan produksi panas tubuh.
Anda juga dapat menggunakan kain bersih yang telah dibasahi air hangat untuk menyeka kulit. Lakukan secara perlahan, terutama pada bagian tubuh yang terasa panas
3. Perbanyak Minum Air untuk Mencegah Dehidrasi
Demam membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat, terutama ketika Anda berkeringat. Oleh sebab itu, minum air putih secara teratur menjadi langkah penting selama masa pemulihan.
Jangan menunggu sampai merasa sangat haus untuk minum. Sebagai gantinya, konsumsi air dalam jumlah kecil tetapi lebih sering jika tubuh terasa lemah atau mual.
Selain air putih, Anda dapat memilih sup bening atau kuah hangat untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Jus buah juga bisa menjadi pilihan, tetapi utamakan minuman tanpa tambahan gula berlebihan.
Selanjutnya, perhatikan tanda dehidrasi, seperti mulut kering, urine berwarna lebih gelap, frekuensi buang air kecil berkurang, dan rasa pusing. Jika Anda mengalami gejala tersebut secara nyata, tingkatkan perhatian terhadap asupan cairan dan pertimbangkan pemeriksaan medis.
4. Kenakan Pakaian yang Nyaman dan Tidak Terlalu Tebal
Pemilihan pakaian juga berperan dalam menjaga kenyamanan selama demam. Gunakan pakaian tipis, ringan, dan mampu menyerap keringat. Dengan begitu, tubuh dapat melepaskan panas secara lebih nyaman.
Sebaliknya, hindari penggunaan selimut berlapis atau pakaian yang terlalu tebal. Cara tersebut dapat menahan panas dan membuat tubuh semakin gerah.
Selain memperhatikan pakaian, jaga suhu ruangan agar tetap nyaman dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Anda tidak perlu membuat ruangan terlalu dingin. Cukup sesuaikan suhu lingkungan agar tubuh tidak kepanasan maupun menggigil.
5. Gunakan Obat Penurun Demam secara Tepat
Obat penurun demam dapat membantu mengurangi suhu tubuh dan meredakan keluhan, seperti sakit kepala atau nyeri badan. Dua jenis obat yang umum digunakan ialah parasetamol dan ibuprofen.
Namun, pilih obat sesuai usia, kondisi kesehatan, dan petunjuk pada kemasan. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan. Selain itu, periksa kandungan obat lain yang Anda konsumsi agar tidak menggandakan bahan aktif yang sama.
Ibuprofen tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki gangguan ginjal, riwayat tukak lambung tertentu, atau kondisi yang meningkatkan risiko perdarahan. Ibu hamil juga perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat penurun demam.
Kapan Demam Tinggi Memerlukan Pemeriksaan Dokter?
Sebagian kasus demam dapat membaik dalam beberapa hari. Meski demikian, jangan mengabaikan demam tinggi yang menetap atau muncul bersama gejala lain.
Segera cari pertolongan medis jika demam disertai sesak napas, kejang, penurunan kesadaran, sakit kepala hebat, leher kaku, atau tanda dehidrasi berat. Gejala tersebut dapat menunjukkan kondisi yang memerlukan penanganan segera.
Selain itu, orang dewasa sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika suhu tubuh mencapai 39,4 derajat Celsius atau lebih, demam berlangsung lebih dari tiga hari, atau kondisi tubuh semakin memburuk. Bayi berusia kurang dari tiga bulan dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih memerlukan pemeriksaan medis segera.
Anda juga perlu lebih waspada jika demam muncul bersama muntah terus-menerus, diare berat, nyeri perut hebat, atau ruam yang tidak biasa. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena suhu tubuh sempat turun setelah mengonsumsi obat.
Kesimpulan
Anda dapat membantu meredakan demam tinggi dengan istirahat yang cukup, asupan cairan, pakaian nyaman, serta penggunaan obat secara tepat. Mandi atau menyeka tubuh dengan air hangat suam-suam kuku juga dapat membantu meningkatkan kenyamanan.
Namun, setiap demam memiliki penyebab yang berbeda. Karena itu, perhatikan suhu tubuh, gejala penyerta, dan perubahan kondisi selama masa pemulihan. Jika demam menetap, semakin tinggi, atau muncul tanda bahaya, segera cari bantuan medis agar Anda memperoleh penanganan yang sesuai.
(naf/sib)







