BANYUMAS, ifakta.co – Kesempatan memperoleh layanan operasi katarak gratis kembali hadir bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya. Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto ikut ambil bagian dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang digagas Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Melalui kolaborasi tersebut, dokter spesialis mata dan fasilitas kesehatan di berbagai daerah berupaya memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat.

Tahun ini, Bulan Bakti PERDAMI mengangkat tema “Satu Hari Sejuta Harapan untuk Indonesia Kembali Melihat, One Doctor One Sight.” Tema tersebut mencerminkan semangat bersama untuk membantu lebih banyak pasien memperoleh kembali kualitas penglihatan yang lebih baik.

Iklan

Kepala Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto, Dr. Kukuh Prasetyo, SpM, ChM, (Hon.) FIOF, mengatakan partisipasi klinik merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam mendukung penanganan katarak.

“Partisipasi Klinik Utama Mata JEC ANWARI @Purwokerto dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026 merupakan wujud kepedulian kami terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak pasien yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih baik, beraktivitas dengan lebih mandiri, dan menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya, Senin (13/7).

Katarak terjadi saat lensa alami mata berubah keruh. Akibatnya, cahaya sulit masuk secara optimal menuju retina. Kondisi tersebut membuat penglihatan menjadi kabur dan terus menurun apabila tidak segera memperoleh penanganan.

Gejala katarak biasanya muncul secara bertahap. Penderita dapat mengalami pandangan berkabut, warna terlihat kusam, mata lebih sensitif terhadap cahaya, kesulitan melihat pada malam hari, hingga aktivitas seperti membaca atau berkendara menjadi terganggu.

Faktor usia memang menjadi penyebab paling umum. Namun, cedera mata, diabetes, penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang, paparan sinar ultraviolet, hingga kelainan bawaan juga mampu meningkatkan risiko munculnya katarak.

Operasi Katarak Menjadi Solusi Efektif Pulihkan Penglihatan

Indonesia masih menghadapi angka kebutaan akibat katarak yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014–2016 yang melibatkan PERDAMI bersama Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI di 15 provinsi, prevalensi kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas mencapai 3 persen. Dari jumlah tersebut, sekitar 81,2 persen berkaitan dengan katarak.

Data tersebut menunjukkan bahwa katarak bukan hanya persoalan kesehatan mata. Kondisi ini juga memengaruhi kualitas hidup, produktivitas, kemandirian, serta kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari. Padahal, operasi katarak mampu memulihkan penglihatan apabila pasien memperoleh penanganan pada waktu yang tepat.

Pada prosedur operasi yang diselenggarakan pada 7-9 Juli tersebut, dokter mengangkat lensa mata yang keruh. Selanjutnya, dokter menggantinya menggunakan lensa buatan atau intraocular lens (IOL). Berkat perkembangan teknologi, proses operasi kini berlangsung lebih presisi dengan pilihan metode yang dapat menyesuaikan kondisi mata serta kebutuhan pasien.

Sebagai bagian dari jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics, Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto terus memperkuat komitmen menghadirkan layanan kesehatan mata yang mudah masyarakat jangkau.

Program bakti sosial tidak berhenti pada tindakan operasi semata. Sebaliknya, seluruh peserta memperoleh pelayanan yang menyeluruh. Tahapan tersebut meliputi pendataan calon pasien, skrining awal, pemeriksaan mata, pemeriksaan penunjang, pelaksanaan operasi sesuai indikasi medis, hingga kontrol H+7 untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

JEC Eye Hospitals and Clinics telah melayani masyarakat Indonesia sejak 1984. Selama lebih dari empat dekade, jaringan layanan tersebut menangani lebih dari 200 ribu operasi katarak melalui sistem pelayanan yang terintegrasi. Pilihan tindakan juga terus berkembang, mulai dari teknik phacoemulsification hingga Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS).

Seluruh inovasi tersebut memperkuat komitmen JEC dalam menghadirkan operasi katarak yang aman, presisi, serta berorientasi pada hasil penglihatan terbaik bagi setiap pasien.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan Bulan Bakti PERDAMI 2026 yang mengajak dokter spesialis mata dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia bersama-sama menekan angka kebutaan yang sebenarnya masih dapat dicegah.

Dr. Kukuh berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan memperoleh layanan operasi katarak sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan mata sejak dini.

“Bagi kami, setiap pasien yang kembali melihat adalah harapan baru. Karena itu, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi layanan medis, tetapi juga bentuk dukungan nyata agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri,” tutupnya.

(naf/lex)

Iklan