MAKASAR, ifakta.co – BEM UNM bantah deklarasi tolak reformasi jilid II yang disebut digelar di salah satu kafe di Makassar, Sulawesi Selatan.
“Kami menegaskan bahwa hari ini BEM UNM masih konsisten berdiri di garis perjuangan. Tiba-tiba nama kami dicantumkan pada pernyataan yang tidak pernah kami sampaikan,” kata Plt Presiden BEM UNM, Nur Intan Maharani Ilyas, Kamis (18/6).
Intan menjelaskan dirinya bersama sejumlah pengurus hadir dalam acara diskusi terkait isu-isu kebangsaan, namun tidak ada pernyataan resmi dari BEM UNM yang menolak reformasi jilid II pada kegiatan tersebut.
Iklan
“Sama sekali tidak ada sampai ke sana, kami di BEM lintas kampus di Kota Makassar menghadiri undangan kawan-kawan dari BEM Unismuh sebagai momen untuk mendiskusikan isu-isu bangsa hari ini, sekaligus untuk mengeratkan simpul antar kampus, agar gerakan yang dibuat ke depannya bisa lebih massif,” ungkapnya.
Pernyataan itu menegaskan kembali posisi bahwa BEM UNM bantah deklarasi tolak reformasi jilid II dan menolak dicatut namanya pada dokumen yang bukan berasal dari pengurus resmi.
Menurut Intan, BEM UNM tetap berkomitmen mengawal isu-isu nasional saat ini, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perhatian terhadap UU Polri.
“Kami akan terus berupaya membuka ruang partisipasi kolektif yang lebih luas untuk kebutuhan gerakan jangka panjang, termasuk untuk reformasi jilid II,” jelasnya.
Intan menambahkan BEM UNM telah menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus UNM Jalan AP Pettarani pada Rabu kemarin sebagai bentuk kampanye terhadap kondisi nasional.
“Aksi kemarin sebagai bentuk kampanye kepada masyarakat bahwa negara hari ini dihadapkan pada kondisi kritis nasional, sekaligus sebagai aksi pra-kondisi untuk gerakan berikutnya. Kami akan kembali menggelar aksi yang sama dengan mengerahkan massa yang lebih banyak,” katanya.
(faz/fza)


