JAKARTA, ifakta.co – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ajak mahasiswa kunker ke NTT, Gorontalo, dan Papua sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan dan menyempurnakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kunjungan kerja itu disampaikan melalui keterangan tertulis dari Sekretariat Wakil Presiden.
Foto yang dibagikan Setwapres memperlihatkan sejumlah mahasiswa mengenakan jas almamater saat mengikuti Gibran menaiki tangga pesawat menuju daerah tujuan kunjungan.
Langkah kunjungan kerja tersebut dimaksudkan untuk menindaklanjuti berbagai masukan mahasiswa terkait pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya MBG dan KDMP. Gibran disebut akan melakukan kunjungan ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, dan Papua.
Iklan
“Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua. Jadi, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi,” kata Girban, Kamis (18/6).
Pernyataan itu disampaikan Gibran di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (17/6), dikutip dari siaran pers.
Gibran menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disuarakan mahasiswa secara damai dan menyatakan masukan tersebut berguna untuk penyempurnaan program-program pemerintah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa di seluruh penjuru [tanah air]. Terima kasih sudah menyampaikan aspirasinya secara damai. Terima kasih untuk masukan-masukannya yang konstruktif, terutama terkait MBG dan koperasi,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pemanfaatan anggaran program prioritas secara optimal serta mencegah praktik korupsi.
“Kita pastikan setiap rupiahnya benar-benar termanfaatkan dengan baik, dan juga yang paling penting terbebas dari praktik korupsi. Saya kira langkah-langkah ini penting untuk tetap menjaga kepercayaan publik,” katanya.
Mahasiswa yang disebut turut mendampingi Gibran dalam kunjungan itu adalah Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan, Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman, serta Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia.
(sib/lex)


