JAKARTA, ifakta.co – Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, memastikan proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, dilakukan secara higienis dan ramah lingkungan saat Idul Adha 1447 Hijriah.

Menurut Nasaruddin, pengelolaan limbah kurban telah disiapkan secara modern sehingga tidak mencemari sungai maupun lingkungan sekitar kawasan masjid.

“Tidak ada satu tetes pun darah atau limbah yang masuk ke sungai. Semua sudah disiapkan dengan sistem pengelolaan yang baik,” ujar Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Iklan

Masjid Istiqlal diketahui memiliki fasilitas penyembelihan hewan kurban dengan sistem modern dan kapasitas besar. Dalam satu hari, proses penyembelihan bahkan mampu dilakukan hingga 200 ekor hewan di beberapa titik secara bersamaan.

Menag menegaskan seluruh limbah hasil penyembelihan akan dikelola secara maksimal agar tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

Selain memastikan kebersihan proses kurban, pelaksanaan Idul Adha tahun ini di Masjid Istiqlal juga mengangkat tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

Nasaruddin menjelaskan, tema tersebut sejalan dengan program besar Kementerian Agama yang menitikberatkan pada konsep ekoteologi dan teologi cinta.

Dia berharap pesan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para khatib dan umat Muslim untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta nilai kemanusiaan melalui ibadah kurban.

Di sisi lain, Menag juga mengimbau seluruh jamaah untuk ikut menjaga kebersihan kawasan Masjid Istiqlal selama pelaksanaan Idul Adha berlangsung.

“Masjid Istiqlal baru saja mendapat penghargaan dunia karena dinilai efektif, efisien, tertib, dan bersih. Ini harus kita jaga bersama,” katanya.

Sementara itu, hingga Senin, Masjid Istiqlal tercatat telah menerima penitipan 59 ekor sapi dan tujuh ekor kambing untuk kurban. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga hari tasyrik.

“Hari ini kita sudah terkumpul 59 ekor sapi, sapinya kelas berat semua. Termasuk juga di dalamnya sapi istimewanya dari Bapak Presiden, kemudian Wakil Presiden, dan sejumlah tokoh-tokoh masyarakat yang lain. Kemudian juga kambingnya per hari ini baru tujuh ekor,” ujar Nasaruddin.

(tio/my)