JAKARTA, ifakta.co – Pengelola Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, menyiapkan kebutuhan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah dengan jumlah yang telah ditetapkan. Total target yang disiapkan mencapai 62 ekor hewan, terdiri dari 12 ekor sapi dan 50 ekor kambing.
Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar, Tatang Komara, menyampaikan bahwa target tersebut menjadi acuan utama dalam pelaksanaan kurban tahun ini.
“Kami targetkan 50 ekor kambing dan 12 ekor sapi,” kata Tatang saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Iklan
Hingga saat ini, pihak pengelola telah menerima sebagian dari target tersebut. Tercatat, sudah masuk sembilan ekor sapi dan 35 ekor kambing yang akan digunakan dalam pelaksanaan kurban.
Meski belum terpenuhi sepenuhnya, pihak masjid tetap optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah menjelang hari pelaksanaan Idul Adha.
Lebih lanjut, Tatang memastikan seluruh hewan kurban yang diterima telah melalui proses pemeriksaan kesehatan secara ketat. Setiap hewan juga dilengkapi surat keterangan sehat dari otoritas terkait.
“Untuk sapi-sapi yang masuk, kita sudah punya surat kesehatan bahwa sapi itu sehat dan bebas dari antraks dan lain-lain,” ujar Tatang.
Selain aspek kesehatan hewan, pengelola Masjid Al-Azhar juga menyiapkan pengawasan khusus saat proses penyembelihan berlangsung. Dokter hewan akan hadir langsung untuk memastikan kondisi organ hewan layak dan aman untuk dikonsumsi.
Tidak hanya itu, sistem pengawasan juga dilakukan selama 24 jam oleh petugas khusus yang bertugas merawat hewan kurban di area masjid.
Dari sisi lingkungan, pengelola turut menyiapkan sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Limbah hasil penyembelihan, seperti isi perut, usus, hingga kotoran hewan, akan dibuang ke lubang khusus yang telah disiapkan panitia.
Tatang menjelaskan bahwa lubang tersebut telah diberi cairan khusus untuk mempercepat proses penguraian limbah sehingga tidak menimbulkan bau tidak sedap.
“Lubang itu kita sudah siapkan, dikasih obat untuk penghancur, kemudian nanti kalau sudah masuk semua, kita tutup,” ungkapnya.
Langkah tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan area masjid, tetapi juga memastikan lingkungan sekitar tetap sehat selama rangkaian ibadah kurban berlangsung.
(wli/wli)





