JAKARTA, ifakta.co – Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis yang rawan tindak kriminal.
Langkah tersebut dinilai mendesak menyusul meningkatnya aksi kejahatan jalanan, khususnya kasus begal dan tawuran di wilayah Jakarta Barat. Kondisi itu bahkan memicu keresahan publik hingga muncul julukan “Gotham City” untuk Jakarta Barat di media sosial.
Kenneth menilai pengawasan berbasis teknologi perlu diperkuat, terutama di kawasan minim penerangan dan pengawasan petugas.
Iklan
“Pengadaan CCTV ini kalau mau lebih murah dan efisien bisa melalui skema sewa, jalurnya bisa lewat CSR dari pihak-pihak yang memang ingin membantu keamanan lingkungan atau bisa juga melibatkan BUMD. Jadi kita pasang di titik-titik penting yang selama ini sering terjadi tindak kriminal begal maupun tawuran,” kata Kenneth dalam keterangannya, Senin (25/5).
Menurutnya, skema pendanaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat menjadi solusi agar pengadaan CCTV berjalan lebih cepat dan efisien.
Kenneth menegaskan, sebagian besar tindak kriminal jalanan justru terjadi di area publik yang tidak memiliki sistem pengamanan memadai. Karena itu, ia meminta aparat dan pemerintah daerah segera melakukan pemetaan detail terhadap lokasi rawan kriminalitas.
Pengawasan dan Patroli Harus Diperkuat
Kenneth menilai pemetaan wilayah rawan menjadi langkah penting untuk mendukung patroli rutin aparat keamanan, terutama pada jam-jam yang dinilai rawan terjadi aksi kriminal.
“Karena itu saya meminta dilakukan pemetaan secara detail terhadap titik-titik rawan kriminalitas. Dengan pemetaan tersebut, aparat kepolisian bisa melakukan patroli rutin dan penjagaan ekstra pada jam-jam rawan. Kehadiran aparat di lapangan sangat penting untuk memberikan efek pencegahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya menjaga keamanan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Menurut dia, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat.
Kenneth menilai meningkatnya aksi kriminalitas di Jakarta Barat harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keamanan terpadu di wilayah ibu kota.
“Kalau masyarakat sampai menyebut Jakarta Barat sebagai ‘Gotham City’, ini tentu menjadi alarm bagi kita semua. Artinya ada rasa takut dan keresahan yang benar-benar dirasakan warga. Jangan sampai masyarakat kehilangan rasa aman ketika keluar rumah, bekerja, atau pulang pada malam hari,” tuturnya.
Selain pemasangan CCTV, Kenneth juga meminta langkah mitigasi yang dilakukan bersama Forkopimko tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia berharap ada tindak lanjut yang konkret dan berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Kita ingin ada evaluasi rutin, patroli yang lebih masif, penerangan jalan yang ditingkatkan, dan sistem pengawasan yang benar-benar berjalan. Saya ingin Jakarta Barat kembali dikenal sebagai wilayah yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menandatangani nota kesepakatan dengan Polda Metro Jaya terkait integrasi puluhan ribu kamera CCTV dalam satu sistem pengawasan terpusat.
Program tersebut ditujukan untuk mempercepat respons terhadap laporan warga sekaligus menekan angka kriminalitas jalanan seperti begal dan tawuran.
“CCTV yang akan dikelola bersama kurang lebih di tahap awal ini sebelum pengembangan, kurang lebih nanti 24.000. Di mana sebagian dari BUMD, kemudian OPD-OPD Jakarta, sarana lalu lintas yang dimiliki oleh Polda Metro Jaya, kemudian BUMD DKI Jakarta, dan gedung-gedung bertingkat lebih dari empat tingkat,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (18/5).
Pramono optimistis integrasi puluhan ribu kamera pengawas tersebut dapat memperkuat sistem keamanan ibu kota dan menutup celah pengawasan di berbagai sudut Jakarta.
“Kalau itu bisa dilakukan maka Jakarta akan semakin lengkap data yang dimiliki dan mudah-mudahan ini akan memperkuat Jaga Jakarta yang selama ini dilakukan bersama-sama,” ujar Pramono.
(faz/fza)





