Selain kerugian ekonomi, tekanan industri juga berpotensi mengurangi sekitar 680 hingga 1.020 tenaga kerja formal di sektor plastik nasional.

Banyak Sektor Industri Ikut Terdampak

Dampak kenaikan harga plastik tidak hanya menyasar industri plastik semata. Banyak sektor lain ikut bergantung pada bahan baku berbasis plastik untuk kebutuhan produksi dan distribusi.

Industri makanan dan minuman, farmasi, konstruksi, otomotif, elektronik, ritel, logistik, hingga e-commerce berpotensi menghadapi kenaikan biaya operasional.

Iklan

Ketika harga bahan baku, kemasan, dan distribusi meningkat, pelaku usaha kemungkinan ikut menaikkan harga produk. Kondisi tersebut akhirnya dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

Kajian LPEM FEB UI menegaskan bahwa industri nasional masih rentan terhadap gejolak eksternal akibat tingginya ketergantungan pada energi fosil dan bahan baku impor.

Peneliti Dorong Transformasi Industri Nasional

LPEM FEB UI mendorong pemerintah mengambil langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk memperkuat ketahanan industri plastik nasional.

Dalam jangka pendek, pemerintah perlu menjaga stabilitas distribusi bahan baku, memperluas diversifikasi impor, serta menjaga kepastian kebijakan industri dan perdagangan.

Selain itu, pemerintah juga perlu membantu pelaku usaha menghadapi lonjakan harga global agar aktivitas produksi tetap berjalan stabil.

Sementara dalam jangka panjang, penguatan industri hulu petrokimia nasional menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor.

LPEM FEB UI juga menilai pengembangan ekonomi sirkular, peningkatan penggunaan bahan baku daur ulang, investasi teknologi, dan penguatan inovasi industri dapat memperkuat daya saing nasional.

Krisis Dinilai Jadi Momentum Perubahan

Peneliti LPEM FEB UI menilai krisis global saat ini dapat menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi industri plastik nasional.

Menurut kajian tersebut, Indonesia perlu membangun sistem industri yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan agar tidak terus terkena dampak gejolak geopolitik dunia.

Dengan penguatan industri domestik dan pengurangan ketergantungan impor, Indonesia dinilai memiliki peluang memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri di masa depan.

(naf/lex)