JAKARTA, ifakta.co – Tiga pelaut India yang sebelumnya dinyatakan hilang kini dikonfirmasi tewas setelah kapal mereka diserang oleh pasukan Amerika Serikat di perairan dekat Selat Hormuz.

Menteri Perhubungan India Sarbananda Sonowal pada Kamis (11/6) mengatakan ketiga pelaut tewas setelah serangan AS menghantam kapal Settebello yang membawa 24 pelaut India.

Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangan “presisi” terhadap kapal Settebello yang melintasi Teluk Oman pada Selasa (9/6) malam karena kapal itu dianggap tidak mengindahkan aturan pasukan AS.

Iklan

Akibat tembakan tersebut, kapal tanker produk kimia atau minyak itu mengalami kebakaran di ruang mesin.

Menurut Kementerian Luar Negeri India, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 21 pelaut dari kapal yang berbendera Palau itu, sementara tiga lainnya sempat dilaporkan hilang.

Kemlu India kemudian mengutuk keras serangan terhadap kapal tersebut dan mengambil langkah diplomatik untuk menyampaikan protes.

Kemlu India memanggil wakil kepala misi Kedutaan Besar AS di New Delhi, Jason Meeks, untuk melayangkan protes keras.

“Kedutaan kami di Oman memantau situasi dengan cermat dan secara proaktif berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung,” kata Jason.

“Penargetan terhadap kapal komersial dan infrastruktur sipil di wilayah ini harus diakhiri,” lanjut Kemlu India, seperti dikutip Al Jazeera.

Selain itu, pihak berwenang India terus memantau kondisi anak buah kapal serta perkembangan penyelidikan atas insiden yang menewaskan warga negaranya itu.

Sementara itu, informasi resmi dari CENTCOM tetap menyebut serangan sebagai tindakan yang terukur terhadap kapal yang dianggap melanggar peringatan, dan penyebab kebakaran di ruang mesin masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Akhirnya, pemerintah India menegaskan komitmen untuk melindungi warganya di laut dan akan menindaklanjuti insiden ini melalui saluran diplomatik.

(faz/fza)

Iklan