JAKARTA, ifakta.co – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES) menggelar kegiatan revitalisasi dan penanaman biopori di lingkungan kampus sebagai upaya memperkuat budaya konservasi.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (12/5). Penanaman Biopori ini melibatkan sekitar 150 mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS dalam implementasi mata kuliah Pendidikan Konservasi.
Kegiatan berlangsung di sejumlah titik area fakultas. Mahasiswa menanam sekitar 50 biopori yang tersebar di depan Gedung C5, Gedung C6, Gedung C2, dan kawasan Gedung C8.
Iklan
Sebelum pelaksanaan penanaman, peserta mengikuti senam bersama di halaman Gedung C8. Setelah itu, mahasiswa mulai melakukan pelubangan tanah menggunakan alat bor biopori secara bergantian.
Panitia membagi peserta menjadi tiga kelompok agar proses penanaman berjalan lebih efektif dan merata di seluruh area fakultas.
Dekan FISIP UNNES, Arif Purnomo, membuka kegiatan tersebut secara langsung. Ia mengatakan penanaman biopori dapat membantu meningkatkan daya resap air di lingkungan kampus.
“Semoga dengan adanya kegiatan penanaman biopori ini bisa meningkatkan daya serap air agar tidak banyak genangan dan mencegah banjir,” ujarnya (12/5).
Ketua Gugus Konservasi dan Sustainable Development Goals (SDGs) FISIP, Rudi Salam, turut mendampingi kegiatan di lapangan. Ia mengarahkan teknis penanaman serta pembagian kelompok sesuai lokasi yang telah ditentukan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya konservasi di lingkungan kampus. Selain memahami materi di ruang kelas, mahasiswa juga menjalankan praktik langsung terkait pengelolaan lingkungan.
Fungsi Biopori dalam Pengelolaan Lingkungan
Biopori merupakan lubang resapan air yang berfungsi meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Metode ini juga membantu mengurangi genangan air dan menekan potensi banjir di kawasan perkotaan maupun lingkungan kampus.
Selain meningkatkan resapan air, biopori dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan terurai secara alami dan menghasilkan kompos.
Karena itu, penggunaan biopori dinilai menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Kegiatan penanaman biopori juga mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak.
Melalui pengelolaan resapan air yang lebih baik, kampus dapat membantu menjaga ketersediaan air tanah sekaligus memperbaiki tata kelola lingkungan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan SDGs poin 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui upaya mitigasi lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
FISIP UNNES berharap kegiatan serupa dapat terus terlaksana secara berkelanjutan untuk meningkatkan kepedulian sivitas akademika terhadap konservasi lingkungan kampus.
(naf/wli)




