JAKARTA, ifakta.co – Universitas Indonesia terus memperkuat kapasitas risetnya. Kali ini, Fakultas Teknik UI menghadirkan instrumen X-Ray Photoelectron Spectroscopy (XPS) untuk mendukung pengembangan riset material dan energi.
Dengan hadirnya alat tersebut, FTUI kini masuk dalam jajaran terbatas institusi di Indonesia yang memiliki teknologi XPS. Saat ini, hanya dua institusi lain yang memiliki fasilitas serupa, yakni Universitas Diponegoro dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.
FTUI memperoleh instrumen ini melalui hibah Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selanjutnya, tim akan mengoperasikan alat tersebut di Analytical Laboratory yang berada di bawah Energy Transition Laboratory (ETL).
Iklan
Dorong Kolaborasi dan Kualitas Penelitian
Dekan FTUI, Kemas Ridwan Kurniawan, menegaskan bahwa kehadiran XPS menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem riset.
“Fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kedalaman dan kualitas penelitian di bidang material dan energi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan mitra industri dan akademisi, baik di tingkat nasional maupun global,” jelasnya dalam laman UI, Selasa (21/4).
Selain itu, FTUI mendorong pemanfaatan alat ini untuk memperluas jejaring riset lintas sektor. Dengan demikian, kampus dapat mempercepat hilirisasi inovasi berbasis teknologi.
Teknologi Presisi Tinggi untuk Analisis Material
XPS bekerja dengan prinsip efek fotolistrik untuk mengidentifikasi komposisi unsur, kondisi kimia, serta struktur elektronik pada permukaan material. Melalui radiasi sinar-X, alat ini mengukur energi elektron yang terpancar, kemudian mengolah data tersebut menjadi informasi karakteristik material secara detail.
Selain itu, XPS mampu menganalisis hingga kedalaman beberapa nanometer. Kemampuan ini membuatnya sangat efektif untuk menguji berbagai material, seperti logam, semikonduktor, polimer, hingga nanomaterial.
Karena itu, para peneliti dapat memanfaatkan XPS untuk mendukung pengembangan energi terbarukan, perangkat elektronik masa depan, serta inovasi material canggih lainnya.
Dampak Nyata bagi Industri dan Masyarakat
Keberadaan XPS tidak hanya memperkuat riset akademik, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat. Melalui analisis material yang lebih presisi, peneliti dapat meningkatkan kualitas baterai kendaraan listrik, mengembangkan perangkat elektronik yang lebih efisien, serta menciptakan material ramah lingkungan.
Di sisi lain, industri juga dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk memastikan kualitas produk. Dengan begitu, pelaku industri dapat meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Kepala Laboratorium ETL, Hasbi Priadi, menilai bahwa XPS akan mempercepat pengembangan riset unggulan.
“Keberadaan XPS akan menjadi katalisator riset unggulan FTUI sekaligus solusi berbasis teknologi bagi kebutuhan industri, khususnya dalam analisis kimia permukaan yang presisi dan komprehensif,” ungkapnya.
Perkuat Posisi UI di Kancah Global
FTUI terus mendorong pemanfaatan teknologi ini untuk mempercepat inovasi. Selain itu, kampus juga menargetkan peningkatan kontribusi riset dalam mendukung transformasi energi dan pengembangan material maju.
Dengan langkah ini, UI tidak hanya memperkuat kapasitas riset internal, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu kampus teknik terdepan di Indonesia.
Pada akhirnya, kehadiran XPS diharapkan mampu meningkatkan daya saing bangsa melalui inovasi berbasis teknologi.
(naf/kho)



