Oknum Polisi Polsek Tamansari Diduga Lecehkan dan Aniaya Wartawan

  • Whatsapp

JAKARTA – Belum hilang ingatan terkait cekcok oknum polisi dengan anggota paspampres di Jalan Mogot, kini kembali viral oknum polisi di Polres Jakbar melecehkan profesi wartawan dan medianya.

Kasus pelecehan profesi itu terjadi saat oknum Buser yang disebut-sebut dari Tim 1 Polsek Tamansari menganiaya End, keamanan PT Kharisma Niaga Makmur, di lokasi tempatnya bekerja, Rabu (18/5) malam.

Bacaan Lainnya

End, merupakan saudara kandung dari Her, wartawan Satu Suara Express, dan kebetulan juga berada di lokasi kejadian perkara.

Melihat abangnya dianiaya oknum polisi, Her spontan mendekat dan mengeluarkan Kartu Pers Satu Suara Express, dengan tujuan agar tindakan oknum polisi yang menganiaya abangnya dihentikan.

Ironisnya, tindakan her itu disambut dengan kalimat-kalimat tidak sopan yang melecehkan profesi wartawan dan kantor redaksinya. Bahkan, oknum polisi itupun memaksa Her untuk jongkok.

“Media mana lo !! Media nge***t,” kata si oknum polisi dengan nada kasar, sembari membuang KTA Satu Suara Express ke semak-semak.

Bukan itu saja, Her pun turut dianiaya oleh oknum polisi tersebut, bahkan ditahan selama lima hari di Mapolsek Tamansari.

Setelah “menginap” lima hari, Her dan End ditebus oleh keluarganya dengan menyetor mahar Rp 10 juta. Dengan mahar itu, Her dan End menjalani rehab di Rehabilitasi Asyefa, di Cendrawasih, Jakbar

Kapolsek Tamansari AKBP Rohman Yongki, Jumat (27/5), saat dikonfirmasi faktapers.id, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengintrogasi seluruh anggota yang terlibat pada peristiwa malam itu.

“Baik bang terimaksih atas informasinya, terkait permasalahan tersebut kami sedang interogasi seluruh anggota yg terlibat dalam dugaan tersebut, dan kami / saya khususnya menyampaikan permohonan maaf apabila memang benar terjadi kejadian tersebut. Saya sendiri langsung yg memimpin dugaan peristiwa yg diawali penangkapan narkotika jenis sabu. Kami pastikan jika terbukti ada oknum anggota tsb akan kami tindak proses. Mengingat saat ini banyak juga anggota polisi gadungan dimana2 dan profesi2 lainnya. Kami mhn waktu untuk mendalami nya,” ujar Yongki.

Di tempat terpisah, Ketua PWI Jakbar, Kornelius Naibaho, prihatin atas peristiwa pelecehan profesi dan kantor redaksinya.

“Kami sesama profesi sangat kecewa atas pembinaan mental dan spiritual polisi, khususnya Polrestro Jakbar dan Polsek Tamansari atas ucapan pelecehan akibat dugaan krisis moral dan krisis etika dilingkungan polisi. Apakah mau kalau lembaga polisi dilecehkan dengan ucapan kotor yang sama dan KTA Polisi dibuang ? Apakah mau ??” tegas Kornel.

Kornel pun mengajak seluruh rekan-rekan media untuk bergandengan tangan serta menuntut tegas petinggi Polri agar menempatkan anggotanya yang layak memahami arti dan tujuan dari PRESISI.

“Kami tidak mengelintervensi proses hukum yang berjalan. Kami hanya ingin seluruh mitra kami dapat saling menghormati,” tegasnya lagi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.