TANGERANG, ifakta.co – Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Latihan Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan ke‑1 Tahun 2026 di Jayanti, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di bawah koordinasi Pemkab Tangerang dengan tujuan memperkuat kualitas dan kesiapan tenaga kerja lokal.
Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, yang didampingi Kepala UPTD Latihan Kerja, Bambang Dwi Purwanto, serta jajaran terkait di lingkungan Dinas Tenaga Kerja.
Iklan
Sebelum memasuki tahap pelatihan teknis, sebanyak 160 peserta yang terpilih terlebih dahulu menjalani Pelatihan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD) pada 16–17 April 2026.
Pelatihan ini digelar bekerja sama dengan instruktur dari Koramil Cisoka untuk memastikan peserta memiliki ketangguhan fisik dan mental sesuai standar yang dibutuhkan dunia industri.
Melalui FMD, para peserta diarahkan untuk membentuk pola disiplin, ketahanan beban kerja, serta kesadaran disiplin waktu dan kerja tim, sebelum benar‑benar diterjunkan ke ranah produksi dan layanan di lapangan.
Dalam sambutannya, Rudi Lesmana menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai peluang strategis bagi para peserta.
“Harapan kami, seluruh peserta diberikan kesehatan dan kelancaran dari awal hingga akhir kegiatan. Pelatihan ini adalah kesempatan emas, bukan hanya untuk menekan angka pengangguran, tetapi juga membentuk tenaga kerja yang memiliki daya saing tinggi di dunia industri,” ujar Rudi Lesmana dalam siaran pers, Selasa (21/4).
Dia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan jaminan strategis bagi para lulusan UPTD Latihan Kerja. Alumni pelatihan akan menjadi prioritas utama dalam penyaluran ke perusahaan‑perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja terampil di wilayah Kabupaten Tangerang.
Dorong Wirausaha, Bukan Hanya Jadi Karyawan
Rudi Lesmana menegaskan bahwa bekerja di perusahaan bukan satu‑satunya jalur hidup bagi lulusan pelatihan. Ia mendorong peserta untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship dan membangun usaha mandiri.
“Alumni pelatihan harus memiliki tekad wirausaha. Dengan kreativitas dan kualitas kepemimpinan, kalian diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menjadi solusi atas tingginya angka pengangguran saat ini,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Tangerang mendorong masyarakat untuk tidak hanya bergantung sebagai pekerja, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang mampu menyerap tenaga kerja baru di lingkungan sekitar.
Seleksi Ketat Saring 310 Pendaftar Menjadi 160 Peserta
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Bupati Mochamad Maesyal Rasyid. Dari total 310 pendaftar, hanya 160 orang yang dinyatakan lulus seleksi ketat yang berlangsung pada 6–15 April lalu.
Peserta terpilih kemudian dibagi ke dalam 10 kelas dengan berbagai kejuruan, meliputi:
- Menjahit Alas Kaki 1 (PT. ADIS)
2 kelas
220 JP (Jam Pelajaran) / 28 hari
32 orang - Multimedia
1 kelas
340 JP / 43 hari
16 orang - Operator Forklift
2 kelas
280 JP / 35 hari
32 orang - Las Listrik
1 kelas
180 JP / 23 hari
16 orang - Bahasa Jepang
1 kelas
360 JP / 45 hari
16 orang - Bahasa Korea
1 kelas
260 JP / 33 hari
16 orang - Barista
1 kelas
180 JP / 23 hari
16 orang - Practical Office Advance (POA)
1 kelas
240 JP / 30 hari
16 orang
Setiap kejuruan dirancang sesuai kebutuhan dunia usaha, sehingga lulusan memiliki bekal teknis dan soft skill yang relevan di lapangan kerja.
Tenaga Kerja Kompeten untuk Perkuat Investasi dan Ekonomi Lokal
Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis program pelatihan ini dapat mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat iklim investasi melalui penyediaan tenaga kerja lokal yang kompeten.
Dengan ketersediaan SDM terampil, peluang menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru di sektor industri dan jasa semakin terbuka lebar.
Sebagai langkah konkret, lulusan pelatihan Bahasa Jepang akan disalurkan ke ISO Jepang Depok untuk mengikuti program magang dan kerja di Jepang.
Penyaluran ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Tangerang yang mendorong keterbukaan peluang kerja internasional dan penguatan keterampilan bahasa asing di kalangan tenaga kerja muda.
Melalui kombinasi pelatihan berbasis kejuruan, pembinaan mental, dan penyaluran kerja yang terstruktur, Pemkab Tangerang berupaya menjadikan pelatihan di UPTD Latihan Kerja Jayanti sebagai poros penting dalam penyediaan tenaga kerja unggul dan pengurangan angka pengangguran di wilayahnya.
(sb/lex)




