LS2LP: Ada Rekaman Karyawan PT. OT Group, Soal Pelarangan Pakai Masker Saat Bekerja

  • Whatsapp

ifakta.co, Jakarta – Terkait surat klarifikasi yang dikirimkan oleh PT. Orang Tua Group (OT Group) soal dugaan OT melarang karyawannya menggunakan masker saat bekerja, ternyata ada rekaman (voicer) dari beberapa karyawannya yang mengatakan memang benar bahwa OT melarang menggunakan masker bagi karyawan yang tengah bekerja.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Studi Sosial Lingkungan dan Perkotaan (LS2LP), Badar Subur kepada ifakta.co, di Jakarta pada Selasa (7/4/20).

Badar menilai jawaban dari manajemen PT Orang Tua (OT) Group hanya langkah ‘menyelamatkan diri’. Sebab dari observasi yang dilakukan, LS2LP mendapatkan data sebaliknya.

Poto : Badar Subur (batik lengan pendek)

“Mereka bilang tidak ada pelarangan penggunaan masker? Kita punya rekaman pernyataan dari karyawan adanya aturan itu,” ungkap Badar, Selasa (7/4/2020).

Badar pun memberi kesempatan ifakta.co untuk mendengarkan rekaman tiga orang karyawan PT Orang Tua Group.

Di salah satu rekaman, ada karyawati yang mengungkapkan bahwa PT Orang Tua Group telah melarang penggunaan masker, kecuali bagi yang sakit.

Kalau aku pribadi maunya pakai masker. Tapi di sini aturannya yang boleh pakai hanya yang sakit,” ujar suara dalam rekaman itu.

Ia melanjutkan, bahwa pernah menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada atasannya langsung.

Sudah pernah ke atasan aku langsung, tapi kan dia dapat perintah dari atasannya lagi,” imbuhnya.

Menurut Badar pihaknya juga mempunyai bukti visual bahwa karyawan PT Orang Tua Group tidak memakai masker.

“Cuma ya kita hanya coba untuk membantu mereka yang untuk mendapatkan keadilan. Padahal Sudin Nakertrans dan Energi Jakbar sudah ke sana, tapi kalau mereka menyatakan hal itu wajar, ya tinggal masyarakat saja menilai,” tandasnya.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Manajemen PT. Orang Tua Group membantah dengan memberikan klarifikasi terhadap ifakta.co soal pemberitaan dugaan PT. Orang Tua Group yang melarang karyawannya memakai masker saat tengah bekerja.

Dalam surat klarifikasi (hak jawab) itu disampaikan bahwa berita ifakta.co tidak benar. (my/ham- T-10)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.