ifakta.co, NGANJUK – Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi, bersama Kodim 0810 Nganjuk, BPBD, Tagana dan para relawan dari berbagai elemen masyarakat tanpa lelah dan mengenal panas hujan melakukan proses evakuasi para korban bencana tanah longsor Selopuro Desa / Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.

Hingga hari ketiga pencarian warga yang tertimbun material tanah itu, Harvi selalu berada di garda depan dan memberi komando langsung meski medan begitu sulit untuk dijangkau kendaraan.Dan ia terus memberikan semangat kepada para korban bencana agar tetap tegar dan tabah meski harus bertahan di pengungsian.

Sementara itu dari data update perkembangan proses evakuasi yang dihimpun oleh Humas Polres Nganjuk per tanggal (16/2/21) pukul 15.00 Wib menyebutkan, korban yang berhasil dievakusi adalah:
Korban meninggal dunia sebanyak 12 orang.

Iklan

Nama – nama korban meninggal yakni:

  1. Khazanah, Pr (46)
    2..Sri Utami, PR (31)
    3..Fatim Zulaikah, PR (29)
    4..Yatemo, LK (70)
    5..Arsy Nendra, LK (5)
    6..Friska Amelia, PR
    7..Umi, PR (21)
    8..Parmiati PR (21)
    9..Putra ,LK (5)
    10..Muryanto, LK (55)
    11.Yatini LK (41)
    12..Dimas, LK (7-12)

Sedangkan untuk korban luka – luka sebanyak 18 orang diantaranya , Fery, Marjuni, Yani, Kabib, Zahra, Saminem, Salwa, Slamet, Sumiati, Jumiatun, Jumadi, Marsih, Sugi, Suminem, Santoso, Sukirah, Pardi dan Yuliatin.

Untuk korban yang belum ditemukan ada 7 orang yaitu; Yono, Parimun, Muriyam, Sunar, Prasetyo, Rama, dan Reihan. 

“Ada 11 rumah dan 1 warung yang tertimbun longsor, 1 unit mobil pik up, 24 unit sepeda motor, 1 ekor sapi serta 11 ekor kambing,” kata Kasubbaghumas Polres Nganjuk AKP Roni Yunimantara pada Rabu (17/2/21).

Menurutnya jumlah pengungsi yang ditampung di Posko Pengungsian Bencana saat ini sebanyak 98 orang, dengan data :
Dewasa  : 43 orang
Lansia     : 16 orang
Anak 2     : 14 orang
Balita       : 11 orang 
Reaktif Covid : 14 orang.

Dan untuk jumlah KK terdampak totalnya 61 KK ,serta warga terdampak 186 orang.

Harviadhi mengatakan akan terus mengawal jalannya pencarian dan evakuasi korban longsor yang masih tersisa 7 orang lagi.

“Saya akan terus kawal proses evakuasi 7 orang yang masih belum ditemukan, Polres Nganjuk bersama stake holder terkait akan senantiasa berkonsentrasi di dalam penanganan bencana di Wilayah Nganjuk yang saat ini melanda bukan hanya di Ngetos melainkan juga banjir di beberapa wilayah kabupaten yang juga berdampak serius, semoga cuaca kedepan mendukung tak lagi diguyur hujan lebat agar proses evakuasi korban longsor dapat berjalan lancar” ungkap Harviadhi.

( Mayang/ Hendra )