TANGERANG, ifakta.co – Pemekaran wilayah Banten kembali menjadi sorotan setelah Kabupaten Tangerang resmi melahirkan dua daerah otonomi baru, yakni Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Kebijakan ini menjadi bagian penting dalam penataan administrasi di kawasan penyangga ibu kota yang terus berkembang pesat.

Pemerintah mengambil langkah pemekaran wilayah Banten untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan. Selain itu, kebijakan ini juga ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah dengan tingkat urbanisasi tinggi.

Kabupaten Tangerang sebelumnya dikenal sebagai salah satu daerah dengan lonjakan penduduk signifikan karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Oleh karena itu, pembagian wilayah dinilai menjadi solusi efektif untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan.

Iklan

Kota Tangerang dan Sejarah Kota Benteng

Dari dua daerah hasil pemekaran wilayah Banten, Kota Tangerang menjadi salah satu yang paling dikenal luas. Kota ini mendapat julukan “Kota Benteng” yang melekat hingga saat ini.

Julukan tersebut berasal dari sejarah panjang kawasan ini pada masa kolonial Belanda. Benteng pertahanan yang berada di wilayah Karawaci menjadi bagian penting dalam sistem militer saat itu. Sejak itulah masyarakat mengenal Tangerang sebagai Kota Benteng.

Kini, Kota Tangerang berkembang menjadi pusat industri dan perdagangan di Provinsi Banten. Letaknya yang strategis di dekat Jakarta menjadikannya tujuan utama investasi berbagai sektor.

Pertumbuhan kawasan industri, pusat perbelanjaan, hingga infrastruktur transportasi berlangsung pesat. Keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga memperkuat peran kota ini sebagai penggerak ekonomi regional.

Tangerang Selatan Tumbuh Jadi Kota Modern

Selain Kota Tangerang, pemekaran wilayah Banten juga melahirkan Kota Tangerang Selatan sebagai daerah otonom baru. Pemerintah menetapkan pembentukan wilayah ini melalui Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008.

Sejak berdiri, Tangerang Selatan berkembang menjadi kawasan hunian modern sekaligus pusat bisnis baru di sekitar Jakarta. Pertumbuhan sektor properti, pendidikan, dan perdagangan menunjukkan tren yang sangat positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, luas wilayah Tangerang Selatan mencapai 164,86 kilometer persegi dan terbagi dalam tujuh kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara, dan Setu.

Seluruh kecamatan tersebut kini berkembang menjadi kawasan strategis dengan aktivitas ekonomi yang dinamis. Infrastruktur jalan, fasilitas publik, hingga pusat pendidikan terus mengalami peningkatan signifikan.

Dampak Pemekaran terhadap Ekonomi Daerah

Pemekaran wilayah Banten memberikan dampak nyata terhadap percepatan pembangunan, khususnya di kawasan Tangerang Raya. Pemerintah daerah kini memiliki kewenangan lebih fokus dalam mengelola pelayanan publik dan pembangunan.

Selain itu, pemekaran membuka peluang investasi baru serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Pertumbuhan kawasan komersial, properti, dan industri menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi.

Meski demikian, tantangan tetap muncul, terutama dalam menjaga pemerataan pembangunan antarwilayah. Pemerintah perlu memastikan seluruh masyarakat merasakan manfaat secara merata.

Dengan karakter yang berbeda, kedua kota hasil pemekaran ini terus berkembang sesuai potensinya. Kota Tangerang dikenal dengan kekuatan industri dan sejarahnya sebagai Kota Benteng, sementara Tangerang Selatan tumbuh sebagai kota modern dengan perkembangan bisnis dan properti yang pesat.

(sib/lex)