JAKARTA, ifakta.co – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mulai menyiapkan lahan pembangunan Taman Difabel di kawasan Taman Puring sebagai bagian dari upaya penambahan ruang terbuka hijau sekaligus ruang interaksi masyarakat.

Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar mengatakan proses persiapan lahan sudah berjalan dan alat berat mulai masuk ke lokasi pembangunan.

“Hari ini, saya mau ninjau ke sana. Sedang lagi mulai alat berat masuk ke sana,” kata Anwar saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Iklan

Menurut Anwar, pembangunan Taman Difabel mendapat dukungan langsung dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut dia, telah menginstruksikan bagian pembangunan untuk menyiapkan anggaran, baik melalui skema non-APBD maupun tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Anwar menjelaskan para pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan Taman Puring telah dipindahkan ke lokasi yang disiapkan pemerintah.

Ia menyebut relokasi dilakukan secara bertahap sesuai jenis dagangan masing-masing pedagang.

“Pedagang sudah kita pindahkan sebenarnya. Sudah dua titik, yakni Pasar Cidodol dan Mampang, sesuai dengan jenis dagangannya,” ujar Anwar.

Menurutnya, sejumlah pedagang bahkan membongkar tenda dagangan secara sukarela sebelum pindah ke pasar yang direkomendasikan pemerintah.

Anwar memastikan pemerintah tidak akan menelantarkan warga, termasuk para pedagang yang terdampak pembangunan taman tersebut.

“Nggak ada masalah. Intinya, pemerintah nggak mungkin menelantarkan warganya,” ucapnya.

Pemkot Jakarta Selatan menargetkan pembangunan Taman Difabel di kawasan Taman Puring selesai pada akhir 2026.

Taman tersebut direncanakan memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi dan diharapkan menjadi ruang publik yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Selain menambah ruang hijau, pembangunan taman juga ditujukan untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai area terbuka yang nyaman bagi masyarakat.

Meski demikian, rencana pembangunan Taman Difabel masih mendapat penolakan dari sebagian pedagang yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Taman Puring.

(faz/fza)