BANYUMAS, ifakta.co – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Iran untuk mendukung pembangunan daerah. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono membawa sejumlah usulan strategis saat bertemu Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta, Selasa (13/10).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah sektor potensial. Pemerintah Kabupaten Banyumas mengusulkan dukungan alat kesehatan untuk rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Purwokerto di Pabuaran. Selain itu, kedua pihak menjajaki peluang hibah pembangunan Masjid 1001 Bulan.
Tidak hanya menyasar pembangunan fisik, pembicaraan tersebut juga mencakup pendidikan, kebudayaan, dan olahraga. Pemkab Banyumas berharap hubungan dengan Iran dapat berkembang melalui program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Iklan
Sadewo menyebut Dubes Iran merespons sejumlah tawaran kerja sama dengan ketertarikan. Meski demikian, kedua pihak masih perlu membahas langkah lanjutan sebelum merealisasikan berbagai rencana tersebut.
Iran Dinilai Berpotensi Mendukung Fasilitas Kesehatan Banyumas
Sadewo menjelaskan bahwa kemampuan Iran dalam memproduksi alat kesehatan menjadi salah satu pertimbangan Pemkab Banyumas untuk menjajaki kerja sama. Menurutnya, negara tersebut memiliki kapasitas dalam industri alat kesehatan yang berpotensi mendukung kebutuhan fasilitas medis di Banyumas.
Karena itu, Pemkab Banyumas membuka peluang untuk memperoleh hibah alat kesehatan bagi rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Purwokerto di Pabuaran. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan medis masyarakat.
Selain sektor kesehatan, Sadewo turut mengusulkan peluang hibah untuk pembangunan Masjid 1001 Bulan. Dalam pembahasan mengenai masjid tersebut, ia bahkan menyerahkan penentuan nama masjid kepada Duta Besar Iran.
Namun, seluruh usulan itu masih berada pada tahap penjajakan. Kedua pihak perlu melanjutkan komunikasi dan pembahasan untuk menentukan bentuk dukungan, mekanisme kerja sama, serta kemungkinan pelaksanaannya.
Sadewo juga menyoroti situasi keuangan Iran yang, menurut keterangannya, terdampak pemblokiran oleh Amerika Serikat akibat perang. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi realisasi rencana kerja sama.
“Pada intinya Duta Besar Iran sangat tertarik dengan tawaran yang disampaikan oleh saya beserta rombongan, kendalanya saat ini keuangan Iran sedang diblokir oleh Amerika Serikat akibat perang. Mudah-mudahan kalau perang selesai ada realisasi,” ungkap Sadewo kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (14/10/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Banyumas masih menunggu perkembangan situasi sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami bahwa rencana hibah alat kesehatan maupun pembangunan masjid belum menjadi realisasi bantuan.
Banyumas Siapkan Kerja Sama Sepak Bola dan Pertukaran Pelajar
Selain membahas dukungan pembangunan, Sadewo dan rombongan turut membuka peluang kolaborasi di bidang budaya dan olahraga. Salah satu agenda yang mengemuka ialah kerja sama sepak bola antara Banyumas dan Iran.
Pemkab Banyumas juga menjajaki program pertukaran pelajar. Melalui program tersebut, kedua pihak berpeluang memperluas hubungan pendidikan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya masing-masing.
Selanjutnya, Pemkab Banyumas berencana mengundang Duta Besar Iran untuk melakukan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat. Agenda tersebut akan berfokus pada pembahasan kerja sama olahraga, khususnya sepak bola, serta pengembangan kegiatan kebudayaan.
Pemkab Banyumas juga ingin memperluas cakupan program budaya dengan melibatkan daerah lain di wilayah eks Karesidenan Banyumas. Rencana tersebut mencakup Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.
Melalui keterlibatan empat kabupaten tersebut, pemerintah daerah berharap kerja sama budaya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Selain itu, kolaborasi antardaerah berpotensi memperkuat promosi kebudayaan lokal melalui pertukaran kegiatan dan program bersama.
Ke depan, Pemkab Banyumas berharap penjajakan dengan Iran dapat berkembang menjadi kerja sama konkret. Bidang kesehatan, pendidikan, olahraga, dan kebudayaan menjadi sejumlah sektor yang berpotensi memperoleh manfaat.
Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu menindaklanjuti setiap usulan bersama pihak Iran. Realisasi hibah alat kesehatan dan dukungan pembangunan Masjid 1001 Bulan juga bergantung pada hasil pembahasan serta kondisi yang memungkinkan kedua pihak menjalankan kesepakatan.
(naf/sib)







