JAKARTA, ifakta.co – Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada awal perdagangan pasar spot, Kamis (1/10/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.908 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi tersebut menunjukkan rupiah turun 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Rabu (30/9), rupiah berada di level Rp17.894 per dolar AS.

Pergerakan rupiah hari ini berlangsung di tengah tekanan yang juga melanda mata uang Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, mayoritas mata uang kawasan tercatat melemah terhadap dolar AS.

Iklan

Yen Jepang mencatat pelemahan paling dalam di kawasan Asia. Mata uang Jepang tersebut turun 0,47 persen terhadap dolar AS.

Tekanan berikutnya terjadi pada won Korea Selatan dan baht Thailand. Kedua mata uang tersebut sama-sama terkoreksi 0,26 persen.

Dolar Singapura juga bergerak turun. Mata uang tersebut melemah 0,16 persen terhadap dolar AS.

Selanjutnya, peso Filipina terdepresiasi 0,13 persen. Ringgit Malaysia juga turun 0,1 persen.

Sementara itu, dolar Hong Kong mengalami pelemahan paling tipis di antara mata uang Asia yang tercatat. Mata uang tersebut turun 0,001 persen terhadap dolar AS.

Dengan kondisi tersebut, rupiah menjadi bagian dari tren pelemahan mata uang Asia pada awal perdagangan Kamis. Pergerakan selanjutnya masih akan mengikuti dinamika pasar valuta asing sepanjang sesi perdagangan.

(joj/wal)

Iklan