JAKARTA, ifakta.co – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra, adik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Guruh meninggal dunia pada Sabtu (26/9) setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam, Jakarta.

Ucapan duka tersebut disampaikan Prabowo melalui fitur Stories pada akun Instagram pribadinya, @Prabowo. Dalam unggahan itu, Prabowo menampilkan sketsa Guruh Soekarnoputra disertai pesan belasungkawa.

“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun. Turut berduka cita atas wafatnya Mohammad Guruh Irianto Soekarno Putra,” demikian kata Prabowo dalam unggahannya, Sabtu (26/9).

Iklan

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia dalam usia 73 tahun. Ia memiliki nama lengkap Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra dan merupakan putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno.

Dalam perjalanan pendidikannya, Guruh sempat bersekolah di Perguruan Cikini. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 25 Jakarta.

Guruh kemudian menempuh pendidikan Arkeologi di University of Amsterdam. Pendidikan tersebut dijalaninya selama tiga tahun hingga 1974.

Setelah kembali melanjutkan pendidikan, Guruh mengambil jurusan Ilmu Administrasi Negara di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) pada 2005-2008. Dari pendidikan tersebut, ia meraih gelar Sarjana Administrasi Publik.

Pada 2010, Guruh menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia.

Selain bidang akademik, Guruh dikenal luas melalui kiprahnya dalam dunia seni. Sejak muda, ia menekuni seni tari dan musik.

Guruh mendirikan sejumlah kelompok dan organisasi kesenian, antara lain Swara Mahardika dan GSP Production. Ia juga mendirikan grup Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye.

Sejumlah karya musik kemudian lahir dari kreativitas Guruh Soekarnoputra. Beberapa di antaranya adalah Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Lenggang Puspita, Mahadaya Cinta, serta Galih dan Ratna.

Dalam kehidupan pribadi, Guruh pernah menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati, perempuan asal Uzbekistan, pada 2002. Pernikahan tersebut berakhir dengan perceraian pada 2009.

Guruh juga menjalani perjalanan panjang di dunia politik. Ia bergabung dengan PDI pada 1982. Setelah itu, kiprahnya berlanjut bersama PDI Perjuangan sejak 1999.

Guruh kemudian menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada periode 1999-2024 dari daerah pemilihan Jawa Timur.

Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan catatan panjang dalam dunia seni dan politik Indonesia. Ucapan duka dari Prabowo menjadi salah satu ungkapan belasungkawa atas wafatnya putra bungsu Soekarno tersebut.

(sib/lex)

Iklan